
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Gianni Infantino berada di bawah tekanan. Presiden
FIFA
itu kini menghadapi sikap keras dari tiga konfederasi sepak bola, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, seperti dilansir
Mirror
.
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah UEFA bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) untuk mengeluarkan pernyataan bersama terkait penolakan terhadap proyek kontroversial FIFA yaitu FIFA Forward Enterprise (FFE).
Program ini ditolak karena berencana menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang dinilai tidak transparan dan mengancam independensi turnamen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa persoalan di tubuh FIFA belum selesai. Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan tetap mempertahankan rencana boikot terhadap sejumlah kompetisi FIFA.
Sikap itu muncul setelah Infantino membatalkan sekaligus meminta maaf terkait rencana kontroversial menjual Piala Dunia kepada investor swasta. Meski rencana tersebut akhirnya batal, sorotan terhadap kepemimpinannya justru semakin tajam.
Dalam pernyataan bersama, ketiga konfederasi menegaskan bahwa sepak bola bukan milik satu individu atau institusi.
“Kepada Keluarga Sepak Bola yang Terhormat, Sepak bola adalah gairah bersama terbesar di dunia. Sepak bola bukan milik individu atau institusi mana pun. Sepak bola adalah milik para pemain, penggemar, klub, Asosiasi Anggota, dan setiap institusi yang dipercayakan untuk menjaga masa depannya,” bunyi pernyataan bersama dikutip dari
Mirror
.
Mereka juga menilai berbagai perkembangan sepak bola dalam satu dekade terakhir bukan hasil kerja satu orang saja.
“Ini adalah hasil kerja FIFA, Konfederasi, Asosiasi Anggota, dan ribuan orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk sepak bola. Turnamen yang diperluas, pemberian hak penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2030 dan 2034, distribusi sumber daya kepada asosiasi. Ini adalah pencapaian bersama, disepakati bersama, dan diwujudkan bersama. Ini bukan tentang uang,” bunyi pernyataan tiga federasi itu.
Bagian paling keras muncul ketika UEFA, AFC, dan CONCACAF menyoroti masalah integritas serta kepemimpinan FIFA.
“Ini tentang sesuatu yang lebih mendasar: integritas permainan, dan integritas mereka yang terpilih untuk memimpinnya. Ada keheningan di mana seharusnya ada pertanggungjawaban, jarak di mana seharusnya ada keterbukaan,” kata mereka.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(rhr/rhr/nva)
Baca lagi: Pemerintah Umumkan 6 Provinsi Rawan Karhutla: Riau hingga Kalsel
Baca lagi: FOTO: Kemenangan Mengejutkan Raul Fernandez di MotoGP Inggris 2026
Baca lagi: 6 Fakta Nissan X-Trail Pesaing Fortuner dan Pajero Sport



