Thomas Cup: Tiba Masa saat Prancis Bisa Buat Indonesia Waspada

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Sejak zaman dulu ampai beberapa edisi lalu, Prancis bukanlah lawan berat bagi Indonesia dalam ajang Thomas Cup. Namun saat ini, di

Thomas Cup 2026

, Prancis sudah bisa membuat Indonesia waspada.

Indonesia melalui dua laga awal dengan kemenangan. Fajar Alfian dan kawan-kawan mengalahkan Aljazair 5-0 dan menang dramatis 3-2 atas Thailand. Dengan dua kemenangan di tangan, Indonesia belum menggenggam tiket perempat final Thomas Cup.

Di laga terakhir, Prancis mengadang. Prancis di edisi ini tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Prancis sudah menjelma jadi kekuatan baru di dunia bulu tangkis seiring munculnya pemain-pemain hebat mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan di nomor tunggal, di atas kertas, komposisi Prancis lebih unggul dibandingkan Indonesia. Mereka punya Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov di zona 20 besar. Indonesia hanya punya Jonatan Christie dan Alwi Farhan di zona 20 besar. Bahkan di zona 10 besar, Prancis juga punya dua nama yaitu Christo Popov dan Alex Lanier sedangkan Indonesia hanya memiliki Jonatan.

Hal ini yang patut membuat Indonesia harus siaga penuh menghadapi Prancis. Dengan kemung8kinan Prancis akan kembali menurunkan Popov bersaudara di nomor tunggal dan ganda, otomatis susunan pertandingan akan membuat tiga laga nomor tunggal dimainkan terlebih dulu.

Prancis yang datang ke hadapan Indonesia ini masih punya peluang menorehkan sejarah buruk untuk Indonesia. Mereka yang sempat kalah 1-4 dari Thailand bisa lolos ke perempat final Thomas Cup andai mampu menggebuk Indonesia dengan skor 4-1 atau 5-0.

Skor tersebut terlihat besar tetapi dengan komposisi pemain yang dimiliki Prancis, terlebih dengan strategi tiga pemain tunggal main lebih dulu, Prancis punya kapasitas untuk melakukannya.

Dan untuk itulah, Indonesia harus siaga satu dan benar-benar waspada.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Indonesia sendiri, berkat dua kemenangan di tangan, masih bisa lolos andai kalah dengan skor 2-3. Kondisi kalah 2-3 itu adalah seburuk-buruknya keadaan yang bisa diterima. Lebih dari itu, tak ada jalan bagi Indonesia untuk lolos ke perempat final dan berarti Indonesia mencatat sejarah buruk di Thomas Cup.

Untuk menghindari mimpi buruk tersebut, tak ada jalan lain selain menghadapinya secara langsung. Pasukan tunggal Indonesia memang kalah dari segi peringkat namun mereka juga punya kemampuan yang sepadan dengan lawan.

Bila Jonatan vs Christo Popov di laga pertama, Jonatan tertinggal 1-2 dalam rekor pertemuan. Namun Jonatan memenangkan laga terakhir di India Open.

Alwi Farhan dan Alex Lanier sudah bersaing sejak junior karena mereka berasal dari generasi yang sama. Sejauh ini rekor pertemuan sama kuat, 2-2.

Bila Ginting yang diturunkan, Ginting juga punya rekor imbang 2-2 lawan Toma Junior Popov. Namun bisa pula Moh Zaki Ubadillah menyeruak dan masuk dalam komposisi pemain tunggal yang ditetapkan. Sosok Ubed ini yang bisa dihadirkan Indonesia sebagai kejutan, baik itu untuk posisi tunggal kedua ataupun tunggal ketiga.

Ubed bisa maju sebagai tunggal kedua dengan menempatkan Jonatan atau Alwi Farhan di posisi tunggal pertama, yang berarti Ginting akan jadi tunggal ketiga. Sedangkan Ubed akan jadi tunggal ketiga jika Jonatan dan Alwi Farhan kembali bermain di laga ini.

Sedangkan di nomor ganda, Indonesia bakal punya keunggulan. Popov bersaudara mungkin akan merepotkan tetapi tenaga mereka seharusnya sudah terkuras karena main lebih dulu di nomor tunggal.

Namun yang harus diperhatikan adalah ‘faktor X’ berupa mental laga beregu. Andai Prancis bisa merebut tiga laga di nomor tunggal, situasi di kedua tim bakal berbeda. Prancis akan semangat membara sedangkan ganda Indonesia bakal main dalam tekanan yang sangat kuat.

Karena itulah, Indonesia harus bisa seperti Thailand dalam hal melumpuhkan Prancis. Andai bisa merebut setidaknya dua angka dari nomor tunggal, Indonesia akan di atas angin dalam perburuan kemenangan.

Kemenangan akan mengantar Indonesia bukan hanya sekadar lolos ke perempat final. Indonesia akan lolos sebagai juara grup dan berarti punya posisi ideal dalam drawing perempat final.

Prancis jelas telah membuat Indonesia waspada. Namun sisi positinya, kualitas Prancis saat ini, bisa jadi ujian bagi Indonesia yang menyimpan mimpi dan ambisi untuk jadi juara.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Add

as a preferred

source on Google

Ubed Bisa Jadi Kejutan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Evakuasi Kecelakaan Kereta Selesai, 14 Korban Meninggal Dunia

Baca lagi: Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Dukung Pembalap Muda Indonesia

Baca lagi: Gen V Berhenti di Season 2, Batal Lanjut ke Musim Ketiga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: