
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Kapten timnas Spanyol, Rodri, memberi petuah untuk
Lamine Yamal
agar bisa tampil lebih rileks di
Piala Dunia 2026
.
Performa Yamal sempat jadi sorotan usai minim kontribusi nyata buat Spanyol. Sejauh gempita bola dunia berlangsung, Yamal baru membukukan satu gol saat menggilas Arab Saudi 4-0.
Hingga La Furia Roja berhasil menginjak semifinal,
wonderkid
Barcelona itu juga belum memberi assist. Lantas sebagai pemimpin di lapangan, Rodri coba menyarankan Yamal supaya dapat bermain lebih tenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dia [Yamal] perlu belajar mengendalikan kecemasannya. Dia pemain kunci bagi kami, baik dengan maupun tanpa bola. Dia anak yang sangat cerdas. Kami tidak boleh lupa bahwa dia baru berusia 19 tahun. Pada momen-momen tertentu dalam pertandingan, kamu hanya perlu sedikit menenangkannya,” ujar Rodri dilansir dari
RMC Sports
.
“Karena sepak bola sudah ada dalam darahnya. Ini hanya masalah menemukan momen yang tepat baginya untuk mengekspresikan bakat penuhnya,” tambahnya.
Menurut Rodri, sang pelatih Luis de la Fuente juga berkata demikian. Terkadang Yamal berada dalam posisi ingin membuktikan segalanya dari apa yang ia miliki.
Hal ini jelas jadi beban buat pemain seusianya. Pasalnya, Yamal juga kerap kali dibandingkan dengan bintang-bintang layaknya Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Itu tak lepas dari kinerja apiknya selama berseragam Blaugrana.
“Pelatih [Luis de la Fuente] mengatakan kemarin: Lamine perlu lebih tenang. Terkadang dia terlalu bersemangat untuk membuktikan dirinya,” kata Rodri.
Penampilan kurang menggigit Yamal di Piala Dunia membuat banyak pihak mempertanyakan konsistensi dirinya usai sebelumnya jadi bintang tim Matador saat merengkuh gelar Euro 2024.
Kendati demikian, Rodri mewajarkan persoalan tersebut. Peraih Ballon d’Or 2024 itu tetap memuji rekan setimnya dan menegaskan bahwa Yamal telah menjadi pilar kunci Spanyol meski usianya masih belia.
“Dia sudah menjadi pemain yang sangat dewasa. Tentu saja ada aspek yang masih perlu dia tingkatkan, terutama dalam pemahamannya tentang berbagai momen pertandingan. Itu sangat normal di usianya,” ucap Rodri.
“Dia adalah anak yang banyak mendengarkan, yang selalu ingin belajar. Di atas segalanya bagi kami, dia sudah menjadi ikon di posisinya,” pungkas pemain Machester City itu.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(afr/afr/jun)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Mongol hingga Agum Gumelar Hadiri Ibadah Tutup Peti Temon
Baca lagi: Wajib Biometrik, Registrasi Nomor HP Baru Tak Bisa Lagi Pakai NIK-NoKK
Baca lagi: Argentina Ngotot Pakai Jersey Biru Lawan Inggris, Faktor Klenik?



