Presiden FIFA Infantino Serang Balik Para Pengkritik Piala Dunia 2026

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Presiden

FIFA

, Gianni Infantino, akhirnya angkat bicara mengenai berbagai kritik yang muncul selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Melalui unggahan di Instagram, Infantino meminta maaf kepada orang-orang yang menurutnya tidak bisa menikmati suasana turnamen karena terlalu fokus pada kritik dan kontroversi.

“Kepada kalian semua yang melewatkan momen melihat anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan para orang tua berkumpul untuk permainan yang indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan saya minta maaf karena kalian melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu. Maaf karena kalian begitu tenggelam dalam kebencian dan kritik hingga melewatkan semuanya,” tulis Infantino.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyerang para pengkritiknya dengan mengatakan bahwa mereka hanya fokus dan lelah dalam menyebarkan kebencian.

“Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara kalian hanya duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengorganisir, bekerja keras dan menghadirkan pertunjukan terbesar di dunia,” kata Infantino.

Infantino juga menambahkan bahwa FIFA turun langsung menemui para suporter selama turnamen berlangsung.

“Sementara kalian bersembunyi, kami berjalan di jalan-jalan Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, berbicara dengan para penggemar, berinteraksi dengan masyarakat, dan memastikan semua orang tetap aman. Saat kalian memecah belah, kami justru mempersatukan,” ucap Infantino.

Menurut Infantino, sekitar tujuh juta orang dari lebih dari 200 negara menikmati pertandingan di 16 kota tuan rumah. Ia juga mengklaim turnamen berlangsung aman tanpa insiden besar.

“Tujuh juta orang dari lebih dari 200 negara menikmati turnamen di 16 kota dan stadion yang luar biasa: nol insiden, nol permusuhan, nol kekerasan, hanya kegembiraan, emosi, kebahagiaan, persatuan, dan kebersamaan. Semua orang aman, terlindungi, dan bahagia,” kata Infantino.

[Gambas:Instagram]

Meski demikian, Piala Dunia 2026 tetap diwarnai sejumlah kontroversi. Mulai dari penangguhan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, persoalan visa bagi delegasi Iran, hingga mahalnya harga tiket menjadi sorotan sepanjang turnamen.

Infantino mengakui ada beberapa orang yang ditolak visanya, tetapi menurutnya hal itu tidak sebanding dengan jutaan orang dari seluruh dunia yang berhasil memperoleh izin masuk. Ia juga menegaskan bahwa FIFA telah bekerja keras agar turnamen tetap menjadi ajang yang menyatukan berbagai negara.

Menutup pernyataannya, Infantino mengajak publik untuk lebih menghargai semangat sepak bola.

“Mungkin sudah saatnya meletakkan pena dan keyboard, lalu menunjukkan rasa hormat kepada tim-tim yang bermain sepenuh hati, negara-negara yang berkontribusi, para penggemar yang bepergian, serta anak-anak di seluruh dunia yang ingin bermimpi besar. Mungkin sudah saatnya menunjukkan kasih sayang,” ucap Infantino.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(rhr/rhr/jal)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Lepas Resmi Jual L8 Rp589 Juta, Harga Tak Berubah dari Tahun Lalu

Baca lagi: No-Spend Challenge, Strategi Keuangan Biar Enggak Boros

Baca lagi: Penembakan Massal di Festival Kuliner Seattle AS, 2 Orang Tewas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: