
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), Alejandro Dominguez mengatakan bahwa
Piala Dunia
2030 akan diikuti oleh 64 tim.
Hal itu diungkapkan Dominguez melalui unggahan di akun X miliknya. Disebutkan oleh Dominguez, penambahan tim peserta ini sebagai bagian dari perayaan seratus tahun berlangsungnya Piala Dunia yang pertama kali digelar tahun 1930.
“Pada tahun 2030, Piala Dunia akan hadir di Uruguay, Argentina dan Paraguay-sebuah kesempatan besar bagi sepak bola untuk merayakan satu abad Piala Dunia melalui turnamen yang melibatkan 64 tim,” tulis Dominguez seperti dilansir dari
ESPN
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan draf jadwal yang diajukan FIFA, pertandingan khusus peringatan 100 tahun akan digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay pada 8 dan 9 Juni 2030.
Setelah itu, laga pembukaan utama di negara tuan rumah inti, yaitu Maroko, Portugal, dan Spanyol, akan berlangsung pada 13 dan 14 Juni 2030. Partai final dijadwalkan bakal dihelat pada 21 Juli 2030.
Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari FIFA mengenai rencana Piala Dunia 2030 melibatkan 64 tim. Namun, pada 12 Juli lalu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengonfirmasi bahwa pihaknya akan membahas kemungkinan memperluas Piala Dunia diikuti oleh 64 tim.
“Ini tentu menjadi isu yang akan dikaji dan dibahas dalam komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini [2026],” ujar Infantino.
“Saat Anda menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk mengadakannya bagi seluruh dunia. Bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, melainkan seuruh dunia. Setiap negara seharusnya bisa bermimpi untuk berpartisipasi di Piala Dunia.”
Jika wacana soal Piala Dunia 2030 diikuti oleh 64 tim ini terwujud maka akan ada 128 pertandingan yang akan dimainkan. Untuk Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim ada 104 pertandingan yang dimainkan hingga partai final.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Riset: Paparan Sinar Matahari Tidak Jamin Kadar Vitamin D Tubuh Tinggi
Baca lagi: Presiden Iran Klaim Selalu Komunikasi dengan Mojtaba Setiap Hari
Baca lagi: Selain RUU Perampasan Aset, DPR Bahas RUU Lalu Lintas Jalan Saat Reses


