
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Prancis menjadi juara
Piala Dunia 1998
berkat aksi magis
Zinedine Zidane
. Di sisi lain, Brasil yang diunggulkan tampil jauh di bawah performa terbaik setelah bintang utamanya,
Ronaldo Nazario
, mengalami kejang-kejang beberapa jam sebelum laga puncak.
Piala Dunia 1998 kembali ke negara kelahirannya setelah 60 tahun. Untuk pertama kalinya turnamen diikuti 32 tim dan perhelatan di Prancis itu menarik sekitar 36 miliar penonton televisi secara kumulatif.
Brasil datang sebagai favorit utama dengan Ronaldo yang berada di puncak kariernya. Ia tampil sebagai pemain terkaya di dunia kala itu sekaligus aset komersial terbesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis sebagai tuan rumah melaju mulus di fase grup dengan mengalahkan Afrika Selatan, Arab Saudi, dan Denmark. Namun perjalanan mereka sempat terganggu oleh kartu merah Zinedine Zidane saat menghadapi Arab Saudi. Sang Maestro akhirya absen di babak 16 besar.
Tanpa Zidane, Prancis kesulitan menembus pertahanan Paraguay di babak 16 besar. Bek Laurent Blanc akhirnya mencetak golden goal pertama dalam sejarah Piala Dunia untuk memastikan kemenangan. Di perempat final, Prancis menyingkirkan Italia lewat adu penalti.
Di sisi lain, Brasil melaju tanpa hambatan berarti hingga semifinal. Ronaldo mencetak gol ke gawang Belanda setelah jeda sebelum Patrick Kluivert menyamakan kedudukan tiga menit jelang akhir laga. Brasil akhirnya lolos ke final setelah menang adu penalti.
Prancis lolos dari semifinal berkat bek Lilian Thuram yang tiba-tiba menemukan insting golnya dengan mencetak dua gol ke gawang Kroasia usai Les Bleus tertinggal. Prancis menang 2-1 dan melangkah ke final untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia.
Final digelar di Stade de France pada 12 Juli 1998. Namun beberapa jam sebelum kickoff, drama besar terjadi di kamar hotel tempat skuad Brasil menginap. Ronaldo, yang berbagi kamar dengan Roberto Carlos, tiba-tiba mengalami kejang-kejang.
Baca di halaman berikutnya>>>
Edmundo dan Cesar Sampaio menjadi pemain pertama yang tiba di kamar
Ronaldo
usai Roberto Carlos berteriak meminta bantuan. Saat busa keluar dari mulut Ronaldo dan tubuhnya kejang tak terkendali, dokter timnas Brasil Lidio Toledo pun dipanggil masuk.
Ronaldo kemudian dibawa ke Klinik Lilas di Paris untuk menjalani serangkaian tes. Sementara itu nama Edmundo sudah dicantumkan di lembar susunan pemain Brasil untuk final. Namun, 40 menit sebelum pertandingan, Ronaldo muncul di Stade de France dan dinyatakan fit untuk dimainkan.
Ronaldo bermain namun terlihat tak bertenaga dan gerakannya mudah diantisipasi lini belakang Prancis. Brasil yang biasanya tampil menyerang justru terlihat kehilangan arah. Di sinilah Zidane mengambil alih panggung.
Zidane mencetak dua gol sundulan kepala dari sepak pojok di babak pertama untuk membawa Prancis unggul 2-0. Emmanuel Petit kemudian menambah gol ketiga di injury time untuk melengkapi kemenangan 3-0 yang menjadi kekalahan terbesar Brasil di Piala Dunia hingga saat itu.
Prancis pun berpesta sebagai juara dunia pertama kali dalam sejarah mereka. Zidane yang sempat diskors di awal turnamen menjelma pahlawan. Turnamen 1998 mencatat total penonton televisi global terbesar dalam sejarah Piala Dunia saat itu.
Sementara Prancis berpesta, pertanyaan tentang Ronaldo terus bergulir. Berbagai teori bermunculan: mulai dari dugaan keracunan makanan, epilepsi yang dirahasiakan, hingga tekanan dari sponsor Nike agar Ronaldo tetap dimainkan meski tidak fit demi kepentingan komersial.
[Gambas:Photo Mancing Kuy]
Pelatih Mario Zagallo mengklaim trauma kolektif pemain setelah menyaksikan kondisi Ronaldo menjadi alasan utama kekalahan Brasil di final. Zagallo juga mengaku memilih tetap memainkan Ronaldo karena konsekuensi meninggalkannya di bangku cadangan dinilai terlalu besar untuk ditanggung.
Hingga kini, kejang-kejang Ronaldo sebelum final Piala Dunia 1998 tetap menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepak bola yang belum terjawab tuntas. Yang tersisa dengan pasti hanya dua hal: sundulan Zidane yang mengukir sejarah, dan wajah kosong Ronaldo yang jadi misteri abadi.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Add
as a preferred
source on Google
Zidane Jadi Pahlawan, Ronaldo Menangis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Di ‘Negara Blok M’, Jakarta Terus Menemukan Masa Mudanya
Baca lagi: Pasutri Bos WO Marwah Catering Ditangkap, Jadi Tersangka Penggelapan




One Response
Slot gacor hari ini menawarkan pengalaman bermain yang lebih seru dengan tampilan menarik, bonus melimpah, dan peluang maxwin besar yang jadi incaran banyak pemain BAGUS365 LOGIN LINK ALTERNATIF