
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pep Guardiola
resmi meninggalkan
Manchester City
pada akhir musim ini meski masih memiliki sisa kontrak satu tahun.
Kepergian Pep Guardiola dari Man City diumumkan langsung pihak klub pada Jumat (22/5). Menurut Man City, meski tidak lagi jadi pelatih The Citizens, Guardiola tetap memiliki peran bersama City Football Group, yakni sebagai Duta Global.
Dengan peran tersebut, Guardiola masih bisa memberikan nasihat teknis kepada klub dalam menjalankan proyek dan kolaborasi khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ketika saya tiba, wawancara pertama saya adalah dengan Noel Gallagher. Saya keluar sambil berpikir, ‘Oke… Noel ada di sini? Ini akan menyenangkan,'” kata Guardiola dikutip dari situs klub.
“Dan betapa indahnya waktu yang telah kita lalui bersama.”
Guardiola menegaskan tidak memiliki alasan khusus meninggalkan Man City meski masih memiliki sisa kontrak satu musim.
[Gambas:Instagram]
“Jangan tanya alasan kepergian saya. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hati saya, saya tahu ini waktunya saya (pergi). Tidak ada yang abadi, jika ada, saya pasti sudah di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang saya miliki untuk Manchester City saya,” ucap Guardiola.
Selama 10 tahun melatih Man City sejak 2016/2017, Guardiola memberikan banyak trofi seperti 6 gelar Premier League, 1 Liga Champions, 3 Piala FA, 5 Piala Liga Inggris, 1 Piala Dunia Antarklub, 1 Piala Super Eropa, dan 3 Community Shield.
Dengan rekor-rekor tersebut, Pep Guardiola jadi pelatih paling sukses dalam sejarah Man City.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(sry/nva)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Apakah Manusia Bisa Hidup Bersama Beruang Seperti Masha and The Bear?
Baca lagi: FOTO: Aksi Solidaritas Palestina di Depan Kedubes AS di Jakarta
Baca lagi: Polisi Bubarkan Tawuran di 3 Lokasi di Jakarta, 18 Orang Ditangkap



