Pembalap Malaysia Hakim Danish Dianggap Setara dengan Veda Ega

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Pembalap Malaysia,

Hakim Danish

Rahim, dianggap setara dengan

Veda Ega Pratama

usai Moto3 Brasil 2026.

Hakim Danish dan Veda Ega Pratama merupakan dua pembalap debutan atau rookie pada Moto3 2026. Kedua juga sama-sama ‘alumni’ Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.

Pada musim lalu, Hakim dan Veda Ega bersaing ketat. Veda Ega akhirnya jadi runner up Rookies Cup 2025 di belakang Brian Uriarte, sedangkan Hakim di posisi ketiga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persaingan itu kembali terlihat pada musim ini. Hakim Danish yang start dari posisi tiga dalam Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna finis ke-10, sementara Veda Ega meraih podium tiga usai start dari posisi empat.

Menurut mantan pembalap Moto3 asal Malaysia, Zulfahmi Khairuddin, Hakim Danish berada di jalur yang tepat. Dia dipercaya bisa meraih setidaknya satu podium pada musim ini.

“Dia benar-benar bertekad untuk meningkatkan hasilnya. Kita bisa melihat hasil yang diraihnya di GP Brasil,” ucap Zulfahmi dikutip dari

Stadium Astro

.

“Pembalap dari Rookies Cup telah menunjukkan performa yang baik di Moto3. Saya tidak ingin menetapkan target yang rendah untuknya. Saya ingin dia mengejar ketertinggalan setidaknya sekali dalam 22 putaran,” kata Zulfahmi menambahkan.

Keyakinan Zulfahmi soal Hakim bakal berkembang di Moto3 2026 tidak lain karena pembalap 18 tahun itu dianggap berada di tim yang bagus.

“Dia termasuk dalam tim yang kompetitif,” ujar Zulfahmi.

Pada balapan Moto3 Thailand yang jadi seri pembuka, Hakim Danish gagal meraih poin karena finis ke-18. Kemudian meraih 6 poin usai finis ke-10 di Brasil.

Dari dua balapan pertama. Hakim saat ini menempati peringkat ke-13 klasemen Moto3 2026 dengan mengoleksi 6 poin.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(sry/nva)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Yaqut Sempat Jadi Tahanan Rumah karena Kesehatan, Idap Gerd dan Asma

Baca lagi: PBB: Suhu Bumi Pecah Rekor 11 Tahun Terakhir, 2025 Terpanas

Baca lagi: ‘Kampung Sultan’ di Cilacap dan Kisah Juragan Warung Kelontong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: