KONI Ungkap Alasan Gandeng DKI Jakarta untuk PON XXII NTT-NTB

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat membeberkan alasan penunjukan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga untuk menggelar pertandingan Pekan Olahraga Nasional (

PON

) XXII 2028.

Keputusan strategis tersebut diambil demi menyiasati keterbatasan infrastruktur olahraga tanpa melanggar instruksi efisiensi anggaran negara.

Kebijakan ini diambil setelah pemerintah pusat menetapkan larangan pembangunan fasilitas olahraga baru sepanjang masa persiapan. Alhasil, panitia pelaksana harus mengoptimalkan sarana prasarana yang sudah tersedia di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kebijakan tidak membangun venue baru membuat kami memutuskan bertanding di wilayah NTT dan NTB yang fasilitasnya memang sudah siap saja. Sementara itu, sisa cabang olahraga lain akan kita pertandingkan di Jakarta,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Jakarta, Rabu (1/7).

“Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Jakarta atas kesediaannya menjadi daerah penyangga pelaksanaan PON XXII 2028 ini. Terlebih Menpora sudah menerbitkan Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan sehingga pergerakan pemantapan persiapan bisa lebih cepat,” tambahnya.

Marciano menegaskan langkah kolaboratif ini krusial mengingat tenggat waktu ajang multi-event nasional tersebut tersisa dua tahun lima bulan lagi. Sinergi antardaerah diharapkan mampu menyelamatkan nasib berbagai cabor prestasi agar tetap mendapat panggung kompetisi.

KONI Pusat menilai ajang akbar empat tahunan ini tidak boleh menurunkan standar kompetisi prestasi nasional. Penunjukan Jakarta disepakati demi memfasilitasi nomor-nomor pertandingan yang membutuhkan spesifikasi arena khusus.

“Kita melihat fokus PON XXII 2028 tidak mungkin hanya terbatas pada Olympic Sport. Kami juga harus memberi ruang bagi cabang olahraga Asian Games serta Sea Games berprestasi,” jelas Marciano.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendukung penuh keputusan bersama tersebut demi menghindari risiko proyek mangkrak akibat pembangunan sarana baru. Erick menekankan esensi utama persiapan saat ini tertuju pada pemetaan kelayakan seluruh arena olahraga yang ada.

“Paling penting kita memetakan venue terlebih dahulu karena percuma bicara cabang olahraga jika arenanya belum tersedia. Jika ada perbaikan atau mempercantik fasilitas, nanti kita hitung lagi anggarannya,” kata Erick Thohir.

Pemerintah pusat bersama lembaga pengawas kini fokus memverifikasi kesanggupan pendanaan daerah demi menjamin tata kelola keuangan yang akuntabel.

Pendekatan matang ini diharapkan mampu melahirkan kesuksesan penyelenggaraan, prestasi atlet, administrasi, hingga dampak ekonomi daerah.

(afk/wiw)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: 5 Rekomendasi Drama China Baru Tayang Juli 2026

Baca lagi: Belanja Iklim APBN Rp73,5 T, Kemenkeu Sebut Baru 12,9 Persen Kebutuhan

Baca lagi: 8 Minuman Tinggi Kafein yang Perlu Dibatasi Ibu Menyusui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: