
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Gemuruh sorak penonton di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, dalam ajang
Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026
tidak membuat fokus Sheza Fazila Raharjo buyar.
Pesilat belia asal Perguruan Pencak Silat (PPS) Flamboyan, Rempoa, Tangerang Selatan, ini sukses merebut medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026.
Tampil di kategori seni prestasi usia dini 2, siswa yang bersiap naik ke kelas 6 di SDN Pondok Petir 03 Depok ini menyuguhkan gerakan memukau. Sederet jurus ia pelajari dieksekusi dengan matang, penuh tenaga, dan ekspresif di hadapan para juri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pas masuk gelanggang itu jujur lumayan nervous sedikit gitu. Cuma aku tetap percaya diri. Pas main aku enjoy-in saja kayak ‘Sudahlah, enjoy-in saja’, gitu. Aku ya sudah, tak-tok-tak-tok-tak-tok selesai,” ujar Sheza saat berbincang dengan Mancing KuyIndonesia.com, Sabtu (27/6).
Kategori seni memang menuntut kesempurnaan detail yang berbeda dari kategori tanding (fighter). Sheza menjelaskan bahwa penilaian dalam kategori seni bertumpu pada kemantapan nilai, mulai dari ekspresi wajah yang tegas, kekuatan (power), ketepatan, hingga keselarasan gerak dengan waktu yang ditentukan.
Menariknya, jalur prestasi Sheza tidak dimulai dari kategori seni. Ia awalnya merupakan seorang petarung di kategori tanding, namun sebuah kekalahan masa lalu mengubah haluan kariernya di atas matras.
“Pas awal-awal fighter aku menang. Terus yang ketiga kalinya aku enggak menang, aku kalah karena lawan aku lebih tinggi, terus lebih tua juga. Jadi aku kalah, aku ngambek, terus aku bete enggak mau fighter lagi. Terus aku dikasih tahu sama pelatih aku, ‘Sudah kamu enggak usah fighter, kamu ke Seni saja’,” kenang Sheza.
Keputusan beralih haluan itu berbuah manis berkat dukungan penuh orang tua yang jeli melihat potensi sang anak. Sang ayah, Hari, menceritakan bagaimana ia sempat mengarahkan Sheza ke bidang lain seperti les musik dan tari.
“Kebetulan sudah saya masukkan les musik, dia kurang suka. Terus les tari, kurang suka. Nah, saya coba di pencak silat, akhirnya dia senang. Karena senang, ya sudah akhirnya saya dukunglah. Alhamdulillah sampai sekarang dia sudah kurang lebih ikut 30 kejuaraan,” ungkap Hari.
Raihan emas di Piala Presiden 2026 ini sekaligus menegaskan dominasi Sheza. Turnamen yang diinisiasi oleh Mancing Kuy Indonesia bersama PB IPSI merupakan panggung kedua bagi Sheza. Tahun lalu, ia juga menyabet podium tertinggi dalam kejuaraan memperebutkan Piala Menpora yang digelar oleh pihak serupa.
Kejuaraan nasional yang diikuti sekitar 2.000 pesilat muda dari tingkat SD hingga SMA/SMK ini menjadi batu loncatan penting bagi cita-cita besar Sheza. Bocah yang tahun ini akan menginjak usia 12 tahun tersebut menegaskan komitmennya untuk terus setia pada olahraga bela diri asli Nusantara.
“Cita-cita aku ingin jadi atlet pencak silat saja gitu. Dan aku ingin mengharumkan nama bangsa. Jadi insyaallah aku bakal terus menjadi atlet pencak silat selamanya,” kata Sheza menutup pembicaraan.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(afr/jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang
Baca lagi: Alunan Tanjidor Puncak HUT DKI Sambut Pramono-Rano di Bundaran HI
Baca lagi: Hasil F1 GP Monaco: Antonelli, Bocah 19 Tahun Juara 5 Seri Beruntun


