
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pasangan ganda campuran Indonesia
Amri Syahnawi
/
Nita Violina Marwah
memberi tanggapan santai namun berkelas terkait gelombang kritik tajam netizen di media sosial.
Sorotan keras dari publik membendung keduanya menyusul pencapaian yang dinilai belum konsisten di berbagai kejuaraan. Dipasangkan sejak pertengahan 2024, performa ganda peringkat 18 dunia ini terbilang naik turun setelah beberapa kali tersingkir di babak awal turnamen BWF Super Series.
Dua turnamen terakhir yang dilakoni Amri/Nita adalah China Open dan Japan Open. Dari dua kompetisi tersebut, Amri/Nita gagal di babak 32 besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun saat beraksi di Indonesia Open, Amri/Nita menginjak babak 16 besar. Namun keduanya gugur usai dikalahkan ganda campuran China, Guo Xinwa/Chen Fanghui.
Kendati begitu, Amri menegaskan dirinya tidak tersinggung dan justru menganggap setiap cemoohan netizen sebagai pelecut semangat untuk introspeksi diri.
“Ya kalau dari saya buat yang mengkritik ya buat saya terus saja, maksudnya buat saya terus aja karena itu buat saya ya pelajaran lah, maksudnya cambukan buat saya,” ujar Amri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (12/8).
“Ya memang itu yang terjadi, maksudnya kita kurang ya kita belajar lah,” tambahnya.
Sikap senada ditunjukkan Nita Violina Marwah yang memilih tidak ambil pusing dengan penilaian publik. Pebulu tangkis kelahiran Majalengka, 25 Maret 2001, itu menegaskan bahwa masyarakat luar tidak pernah menyaksikan proses berat serta kerja keras yang dialami para atlet selama berada di pelatnas.
“Mungkin kalau dari aku terserah merekalah mau ngomong apa gitu. Karena mereka kan enggak tahu prosesnya aku sama Amri di sini bagaimana, latihannya aku sama Amri di sini bagaimana, mereka enggak pernah lihat itu,” kata Nita.
“Jadi ya cukup kayak dicueki sajalah terserah mereka mau ngomong apa gitu,” sambungnya.
Amri/Nita kini menjadi harapan sektor ganda campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026. Keduanya fokus mematangkan persiapan demi meraih hasil terbaik tanpa terbebani ekspektasi tinggi publik.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(sry/jal)
Baca lagi: Fikri Makin Pede Tatap Kejuaraan Dunia usai Juara di Jepang dan China
Baca lagi: Trump Ngebet Nyapres Lagi di 2028, Tapi Dilarang Konstitusi
Baca lagi: Atlet Pelatnas Bicara Dugaan Pelanggaran Integritas Pemain Indonesia



