Kata-kata Pelatih Maroko Usai Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Maroko

berhasil menyingkirkan Belanda di

Piala Dunia 2026

dan berhasil lolos ke fase 16 besar. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengatakan timnya telah mendapatkan rasa hormat dari jutaan rakyat di negaranya setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di babak 32 besar, Selasa (30/6).

“Maroko telah mendapatkan rasa hormat dari semua orang sekarang, kami berhasil menunjukkannya,” kata Ouahbi mengutip

Reuters

.

“Mereka tahu bahwa di belakang mereka ada jutaan orang. Kami bermain saat pukul dua pagi di Maroko dan kami yakin sebagian besar orang tetap terjaga. Itu memberi Anda energi untuk tidak menyerah, untuk terus maju dan untuk percaya pada diri sendiri,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih yang diangkat dari tim U-20 Maroko itu mengatakan para pemainnya didorong oleh sesuatu yang lebih besar daripada sepak bola.

“Tim ini, dan semua tim muda Maroko, berjuang untuk sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar sepak bola atau sekadar memenangkan pertandingan,” katanya.

Klaim kuasai 70 persen penguasaan bola

Lebih lanjut, Ouahbi menambahkan Maroko mendominasi pertandingan hingga penguasaan bola sebesar 70 persen saat melawan Belanda meskipun membutuhkan adu penalti untuk lolos.

“Kami benar-benar mendominasi tim Belanda. Kami memiliki 70 persen penguasaan bola, lebih banyak tembakan dan lebih banyak gol yang diharapkan. Kami mengendalikan pertandingan,” katanya Ouahbi.

“Kami ingin tetap tenang, memainkan permainan kami dan percaya bahwa jika sampai adu penalti, kami memiliki kiper yang luar biasa. Kami tidak mengubah pertandingan menjadi pertempuran yang kacau. Kami mengendalikannya,” tambahnya.

Di sisi lain, Ouahbi mengaku strategi defensif yang diterapkan Belanda cukup mengejutkan. Namun ia menilai Belanda yang defensif menandakan pengakuan atas peningkatan status Maroko.

“Saya benar-benar tidak menyangka blok pertahanan tersebut, karena Belanda biasanya suka menguasai bola. Tapi saya melihat jenis permainan ini sebagai bentuk penghormatan,” katanya.

Pelatih berusia 49 tahun itu merasa perjalanan Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar telah mengubah mentalitas negara tersebut. Meski begitu, Ouahbi memperingatkan bahwa Kanada akan memberikan ujian berat lainnya di babak 16 besar.

Namun ia memastikan Maroko akan menghadapi pertandingan babak gugur dengan penuh keyakinan.

Maroko mengalahkan Belanda 3-2 melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Di babak 16 besar Maroko akan menghadapi tuan rumah bersama, Kanada.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(tim/dal)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Bedah 80 Rumah Layak Huni

Baca lagi: DPRD Kota Bandung Usul Raperda Administrasi Kependudukan yang Adaptif

Baca lagi: Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: