
Daftar Isi
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pelatih
Persib Bandung
Igor Tolic pasang badan terhadap Kakang Rudianto yang menjadi sasaran bullying dari sejumlah pendukung Persib Bandung.
Kritik terhadap Kakang muncul setelah sang pemain dinilai beberapa kali melakukan blunder dalam pertandingan. Bahkan, sebagian Bobotoh mulai mempertanyakan kelayakan pemain nomor punggung 5 itu untuk terus mendapat kesempatan bermain bersama Persib.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan pelatih yang masih memberikan kepercayaan kepada bek tersebut untuk tampil dalam pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Igor, Kakang merupakan pemain yang sudah cukup lama bermain sebagai pemain utama di Persib. Bahkan mendapatkan menit bermain yang banyak dalam tiga tahun terakhir.
“Dia selalu siap untuk bermain. Apakah Kakang melakukan kesalahan? Ya. Tapi siapa yang tidak pernah membuat kesalahan? Siapa di antara kalian yang tidak pernah membuat kesalahan? Saya datang ke sini satu jam, tidak ada yang siap dengan pertanyaan,” tanya Igor di Stadion GBLA, Sabtu (5/9).
“Saya melihat terkadang saya menyampaikan informasi dan beberapa dari kalian melakukan pekerjaan yang luar biasa, tetapi beberapa dari kalian mulai menyaring (informasi). Jadi, saya berharap kalian terus melakukan pekerjaan kalian dengan baik dan mencoba untuk berkembang. Seperti yang kami katakan sebelumnya, jadi ini hal lainnya,” sambungnya.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Alasan ini yang membuatnya harus terus memberikan kepercayaan kepada Kakang ketimbang Dion Markx yang pada akhirnya dipinjamkan ke Persita Tangerang.
“Dion duduk satu tahun di bangku cadangan, dia perlu bermain. Kami menemukan solusi baginya untuk bermain. Jika Kakang duduk di bangku cadangan dan Sandy (Walsh) bermain, bagi Kakang itu bukan masalah, karena dia sudah punya 100 pertandingan. Jadi, itu bukan masalah,” ujarnya.
“Tapi untuk Dion jika harus duduk di belakang Sandy Walsh, itu jadi masalah. Karena selama satu tahun, berapa banyak pertandingan (yang dia dapatkan)?” jelas Igor.
Igor mengaku telah memikirkan hal ini dengan mencoba menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya. Ia pun memastikan tidak harus mengeluh.
“Kami tidak mengeluh tentang apapun. Di mana kita harus bermain? Di sini. Oke. Jam berapa kita harus bermain? Oke. Oke, tim akan keluar dan memberikan yang terbaik.”
“Kapan kita harus bermain lagi selanjutnya? Persija, oke, kita pergi ke sana dan bermain. Setelah ini Korea? Oke, persiapkan, kita pergi bermain. Jadi, tidak ada masalah,” katanya.
Karena itu, ia meminta agar Bobotoh tetap mendukung pemain. Jika pun melakukan kesalahan, dia menyatakan hal itu menjadi tanggung jawab pelatih.
“Karena satu-satunya hal yang berubah dalam 15 tahun terakhir adalah pelatih. Kecuali Bojan, yang merupakan pengecualian,” tegasnya.
“Berapa banyak pelatih dalam 15 tahun terakhir? Berapa banyak? Dan siapa yang bertahan? Manajemen bertahan, kitman bertahan, pemain bertahan, dan pelatih dan ini adalah pekerjaan kami. Mengambil keputusan, mengambil tanggung jawab. Keputusan bagus, bertahan. Keputusan tidak bagus, setelah beberapa saat, terima kasih banyak. Ini adalah pekerjaannya. Ini adalah kehidupan seorang pelatih,” tuturnya.
(jun/csr/jun)
Baca lagi: BK DPD Akan Panggil Arya Buntut Hadiri Kontes Transgender di Thailand
Baca lagi: Hasil Super League: Gol Rafael Struick Bawa Dewa United Hajar Persik
Baca lagi: Museum George Lucas Akhirnya Rampung, Ada Koleksi Asli Star Wars



