
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pengurus Besar Ikatan
Pencak Silat
Indonesia (PB IPSI) berencana untuk segera memasukkan olahraga bela diri pencak silat ke dalam kurikulum dasar atau kurikulum inti di
sekolah
.
Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut atas perintah langsung dari mantan Ketua Umum PB IPSI yakni Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Saat ini, pencak silat baru berstatus sebagai kurikulum opsional atau kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan formal.
Sekretaris Jenderal PB IPSI, Abdul Karim Aljufri menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan membentuk sebuah badan khusus demi merealisasikan rencana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena kami ini baru diberi tugas pada saat Munas kemarin, sekarang fokus ke kepengurusan PB IPSI sendiri dulu. Kemudian setelah kepengurusan itu terbentuk, baru nanti kita bikin badan
ad hoc
-nya. Jadi kemarin kita baru kasih nama ‘Badan Misi Kurikulum Pendidikan,” ujar Abdul Karim usai menutup Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (28/6).
Rencana ini dinilai menjadi salah satu landasan penting agar pencak silat semakin mendunia. Langkah tersebut dimulai melalui pendekatan kepada anak-anak sejak usia dini.
Guna mematangkan isi program pembelajaran, PB IPSI juga turut menggandeng para akademisi yang ahli di bidang olahraga bela diri asli Indonesia tersebut.
“Alhamdulillah karena kita sudah punya Asosiasi Doktor Pencak Silat, kami berharap dari asosiasi tersebut bisa banyak memberikan masukan ke kami,” kata Abdul Karim.
Kendati perumusan internal sudah berjalan, PB IPSI menegaskan perlunya kolaborasi formal dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Abdul Karim menjelaskan bahwa komunikasi resmi dengan pihak kementerian terkait akan segera dijajaki dalam waktu dekat.
“Kami butuh bantuan dari kementerian terkait supaya kita bisa sama-sama menyusun kurikulum dengan baik,” ucap Abdul Karim.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela penutupan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 25-28 Juni.
Turnamen yang diinisiasi oleh Mancing Kuy Indonesia bersama PB IPSI ini sukses digelar selama empat hari dan diikuti oleh sekitar 2.000 pesilat dari berbagai daerah. Kompetisi ini mempertandingkan kategori Tanding dan Seni yang diikuti oleh para atlet muda tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga SMA/SMK.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(afr/dal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Pesawat Tabrak Pencakar Langit Tertinggi di Beijing China
Baca lagi: KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus di Bea Cukai


