
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Bek Timnas Maroko, Issa Diop, melayangkan pujian setinggi langit kepada rekan-rekan setimnya setelah secara dramatis mendepak Belanda lewat adu penalti untuk menyegel tiket babak 16 besar
Piala Dunia 2026
, Selasa (30/6) siang WIB.
Dinobatkan sebagai
Player of the Match
dalam laga hidup-mati tersebut, Diop menegaskan kemenangan bersejarah ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan disiplin taktik yang luar biasa dari seluruh pemain Maroko.
“Hari ini murni performa tim. Seluruh tim tampil sangat baik. Kami mengeksekusi rencana permainan dengan sangat matang, dan pada akhirnya kami keluar sebagai pemenang. Saat ini saya sangat lelah, saya hanya ingin beristirahat dan memulihkan kondisi,” ujar Diop dalam wawancara pascalaga yang dibagikan akun
DAZN Football
di platform X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan yang berlangsung sengit di Meksiko ini sempat berjalan penuh emosi di babak kedua. Belanda berhasil memecah kebuntuan lebih dulu lewat gol dari Cody Gakpo, yang mendedikasikan gol tersebut untuk calon putranya yang meninggal dalam kandungan pasangannya beberapa hari lalu.
Namun, Maroko menolak menyerah. Issa Diop menjelma menjadi pahlawan
The Atlas Lions
setelah sundulannya di pengujung babak kedua sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut hingga babak perpanjangan waktu.
Setelah tidak ada gol tambahan yang tercipta selama 2×15 menit babak perpanjangan waktu, penentuan pemenang terpaksa berlanjut ke babak tos-tosan. Di babak adu penalti ini, mentalitas Maroko kembali teruji.
Kiper senior Maroko, Yassine Bounou, melakukan aksi penyelamatan krusial dengan menepis tendangan eksekutor Belanda, Crysencio Summerville.
Gelandang Ismael Saibari yang maju sebagai penendang penentu, dengan tenang menaklukkan kiper Belanda untuk mengunci kemenangan adu penalti 3-2 bagi Maroko.
Sebagai sosok yang religius, Diop menegaskan bahwa keberhasilan mengejutkan ini tidak lepas dari kuasa Allah SWT. Ia menyebut skuad Maroko enggan membesar-besarkan pencapaian individu.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami adalah negara Muslim, masyarakat Muslim. Jadi ini bukan tentang individu atau siapa pun. Ini semua karena Allah, dan kami hanya ingin bersyukur kepada Allah,” tutur bekĀ berpostur jangkung tersebut.
Dengan hasil fantastis ini, kejutan Maroko di tanah Amerika Utara dipastikan terus berlanjut. Di babak 16 besar nanti, Maroko dijadwalkan bakal menantang salah satu tim tuan rumah, Kanada, yang sudah lebih dulu mengamankan tiket lolos.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(wiw/jun)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Sepulang Umrah, Ruben Onsu Segera Gugat Hak Asuh Anak
Baca lagi: Said Dorong Kebijakan Afirmatif Tarif Cukai Rokok Golongan III
Baca lagi: Betrand Peto Ungkap Pertemuan dengan Sarwendah di Bandara



