Berharap Tak Gemas Lihat Timnas Indonesia U20 di Muka Gawang Australia

Daftar Isi

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Timnas Indonesia U-20

sudah dua kali bertanding di

kualifikasi Piala Asia U-20 2027

, hasilnya sekali seri, sekali menang, dan dua kali bikin gemas.

Hasil imbang melawan Malaysia dan kemenangan atas Laos patut diiringi rasa syukur lantaran Timnas Indonesia U-20 masih punya kans lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 yang akan berlangsung di China.

Selain itu tak bisa dipungkiri ada rasa gemas bercampur geregetan menjadi satu ketika pemain-pemain Garuda Muda berhasil menciptakan peluang, namun gagal berujung gol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa gemas tersebut muncul dalam pertandingan melawan Malaysia dan Laos. Andaikata Timnas Indonesia U-20 bisa mencetak gol melawan Malaysia, agaknya situasi tidak menegangkan seperti sekarang lantaran ada tuntutan dan tekanan menang.

Yang lalu biar berlalu. Peluang terbuang di laga terdahulu cukup jadi cerita. Kini melawan Australia menanti di depan mata.

Kemampuan I Putu Panji Apriawan dan kawan-kawan dalam menciptakan peluang laik dapat apresiasi, hanya saja penyelesaian akhir masih belum presisi.

Tuntutan menuntaskan peluang bukan perkara jadi beban pemain-pemain depan macam Arkhan Kaka, Reno Salampessy, Irpan Siregar, Zahaby Gholy, atau Theo Leeming.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Barisan gelandang dan pemain bertahan juga patut efektif dan efisien ketika menerima umpan matang di depan gawang.

Dari dua pertandingan, terbukti bukan hanya Arkhan Kaka saja yang mendapat peluang. Ada kalanya Welber Jardim, Aleandro Maulana, Isfandyar Abdillah, Nazriel Alfaro, dan Algazani Dwi dapat kans membobol gawang lawan.

Bahkan Putu Panji dan Ibrah Ohorella juga rajin menjemput kesempatan mencetak gol.

Fabio Azkairawan sudah membuktikan pada laga melawan Laos. Pergerakannya sebagai full back berujung pada gol pembuka Indonesia ke gawang Laos.

Satu hal penting adalah jangan sampai Indonesia tak bisa menciptakan peluang. Setelah ada kans tercipta, pemanfaatan peluang jadi kunci dalam memenangi laga.

Timnas Indonesia U-20 membuktikan bisa menciptakan peluang dari berbagai macam skema. Saat open play, baik melalui tekanan yang konsisten atau serangan balik, dan bola mati, termasuk situasi lemparan ke dalam yang biasanya dieksekusi Fabio.

Pelatih Nova Arianto sudah menegaskan bakal mengevaluasi dan memberi perhatian pada kendala finishing yang dialami anak asuhnya.

Pembenahan dalam hitungan hari mungkin tak banyak memberi perubahan, namun ada harapan dalam sedikit perubahan yang bisa berujung kemenangan dan tiket ke pentas Asia.

Tak kalah penting pula adalah bagaimana bentuk permainan Timnas Indonesia U-20 saat bertahan. Australia terbukti selalu bisa mencetak gol. Dua ke gawang Laos, dan dua ke gawang Malaysia.

Keseimbangan jadi pekerjaan rumah lain yang harus dituntaskan Nova dan anak asuhnya dalam 90 menit menuju China.

(nva/jun)

Baca lagi: Fenomena Pergeseran Tanah di Flores Pascagempa, Ini Penjelasan BMKG

Baca lagi: Review Film: All Wishes Come True!

Baca lagi: Salah Kaprah Blokir STNK Usai Kendaraan Terjual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: