
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
‘Gagal maning, gagal maning’ memang kenyataan yang ditelan
Timnas Futsal Indonesia
dalam konteks juara. Tapi untuk urusan menerjang panggung dunia, skuad Garuda belum melenceng dari jalur.
Sudah dua final yang dipijak Timnas Futsal Indonesia. Dan hasilnya, sama-sama finis di peringkat kedua. Namun hasil itu tak menyurutkan dukungan publik kepada tim asuhan Hector Souto.
Kembali sejenak ke Piala Asia Futsal 2026. Dalam ajang itu, terlepas dari status tuan rumahnya, ada rentetan sejarah yang tercipta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia menembus partai semifinal Piala Asia. Dan untuk kali pertama pula, tim Merah Putih menapak partai puncak.
Pencapaian ini bukan perkara instan. Setelah Souto resmi jadi pelatih Timnas Futsal Indonesia pada Agustus 2024, rangkaian persiapan sudah dipupuk pelan-pelan. Piala Asia jadi tujuan.
Dalam perjalanan menuju Piala Asia Futsal 2026 itu, Indonesia sempat jadi juara Piala AFF Futsal 2024 sekaligus mengganggu dominasi Thailand sebagai raja Asia Tenggara.
Kemudian ada pula serangkai turnamen ujicoba. Dari yang sebagai penjamu di 4 Nations World Series dan 4 Nations Cup, ada pula yang bertandang ke China untuk mengikuti CFA International Futsal. Dari tiga turnamen itu, dua kali Indonesia jadi runner-up dan satunya jadi juara.
Kemudian prestasi berlanjut di SEA Games 2025. Untuk pertama kalinya, Indonesia menyabet medali tertinggi dari cabang olahraga futsal di pesta olahraga Asia Tenggara.
Gelar demi gelar membuat kepercayaan diri publik meningkat. Plus dengan kompetisi futsal profesional yang berjenjang, pemain-pemain berbakat ikut melesat. Kelindan ini dijawab tuntas dengan persembahan di Piala Asia Futsal yang jadi penegas bahwa tim tidak bisa kuat dalam waktu singkat.
Namun demikian, tetap saja Timnas Futsal Indonesia berkejaran dengan waktu. Belum lama tim bubar usai Piala Asia, plus liga futsal profesional yang harus berjalan sesuai jadwal, Souto perlu menyusun pasukan demi panggung Asia Tenggara.
Pelatih asal Spanyol itu hanya punya waktu lima hari untuk memaksimalkan program pemusatan latihan. Plus, Souto mengambil langkah berani dengan memanggil lima pemain debutan untuk Timnas Futsal Indonesia.
Hasilnya bisa publik lihat. Dengan persiapan yang jauh dari kata ideal, runner-up jadi hasil maksimal.
Sebelum berangkat ke Piala AFF Futsal 2026, Souto terang-terangan mengungkap alasannya membawa nama-nama baru. Ia tak ingin tim nasional bergantung pada nama yang itu-itu saja.
Ia sekaligus ingin wadah penting seperti Piala AFF jadi wadah bagi pemain anyar untuk bersinar. Dengan proyeksi menuju Piala Asia dan Piala Dunia dua tahun mendatang. Bisakah Indonesia mewujudkannya?
Bersambung ke halaman berikutnya…
Dua turnamen krusial akan menanti dua tahun mendatang, Piala Asia Futsal dan Piala Dunia Futsal.
Timnas Futsal Indonesia
harus membentuk kekuatan sedini mungkin jika benar-benar ingin menerjang.
Sebab, dua ajang itu belum ada di genggaman tangan. Baik Piala Asia maupun Piala Dunia harus diraih lewat jalan panjang bernama kualifikasi. Ini bukan tugas mudah.
Piala Dunia Futsal 2028 dijadwalkan bergulir pada Oktober 2028. Sedangkan Piala Asia Futsal akan bergulir sebelum itu karena sekaligus jadi kualifikasi piala dunia itu sendiri.
Artinya, fokus pertama Indonesia adalah sukses di Kualifikasi Piala Asia Futsal 2028. Dengan dua tahun waktu yang ada, maka wajar bagi Souto untuk memanaskan kuali lebih awal dalam menggodok skuad yang tebal.
Itu pula yang jadi alasan nama-nama baru bermunculan di timnas senior. Pasalnya, tak sedikit dari pemain dalam komposisi skuad di Piala Asia Futsal 2026 yang sudah berkepala tiga atau mendekati usia 30 tahun.
Regenerasi adalah kunci. Lima pemain debutan di Piala AFF Futsal 2026 berusia mulai 22 tahun. Setidaknya dalam dua tahun mendatang, para nama baru ini ada di puncak performa.
Daniel Yeimo sudah 22 tahun, lalu Imam Anshori 23 tahun, Andarias Kareth 26 tahun, Muhammad Sanjaya 26 tahun, dan Piter Everardus 27 tahun. Jika mampu konsisten, pemain-pemain ini cukup untuk proyeksi menuju 2028 mendatang.
[Gambas:Photo Mancing Kuy]
Tak menutup kemungkinan pula ada nama baru yang bermunculan. Karena sudah tersusun rangkaian agenda tahun ini seperti Training Camp (TC) dan ujicoba pada Juli-Agustus dan Oktober, FIFA Matchday November dan Asian Indoor & Martial Arts Games pada Desember.
Barisan agenda ini dapat jadi laboratorium bagi Souto untuk mengorbitkan pemain baru sekaligus membentuk kerangka tim yang utuh. Diharapkan para pemain akan lebih siap mengarungi turnamen berikutnya pada 2027.
Selain itu, agenda yang sudah terjadwal untuk tim kategori usia juga dapat jadi batu pijakan menuju tim senior. Ada kans pula bagi para pemuda untuk bersinar lebih cepat dan dipanggil ke level tertinggi di tim nasional.
Ini pula yang jadi alasan bagi Souto –yang merangkap sebagai Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia (FFI)– untuk turun gunung mencari talenta muda di penjuru Indonesia.
Dalam dua pekan ke depan, sosok asal Spanyol itu akan ke Papua dan Maluku untuk memimpin program deteksi talenta U-17. Wilayah Timur Indonesia dipandang jadi ladang tak terbatas dalam urusan bakat mengolah si kulit bundar.
Bagi futsal Indonesia, ini akan jadi perjalanan panjang yang melelahkan. Mungkin pula, tidak serta-merta ada gelar yang dihasilkan. Namun doa pecinta futsal Indonesia, selalu terpanjat agar bisa diwujudkan.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Add
as a preferred
source on Google
Hector Souto Cari ‘Mutiara Futsal Indonesia’ dari Tanah Papua
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: The Super Mario Galaxy Movie Masih Kokoh di Puncak, Jadi Terlaris 2026
Baca lagi: Kampanye Anti-Scam Singgung Zakat, Indosat Minta Maaf
Baca lagi: Britney Spears Daftar Rehab setelah Tertangkap Nyetir Sambil Mabuk



