![]()
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Sebanyak 127 organisasi dunia mengeluarkan peringatan perjalanan ke wilayah hukum Amerika Serikat (AS) saat
Piala Dunia 2026
.
Beberapa organisasi dunia tersebut di antaranya Amnesty International USA, Center for Constitutional Rights, Council for Global Equality, Human Right Firts, dan Reporters Without Borders.
Peringatan perjalanan itu diumumkan lewat rilis Amnesty International USA pada Kamis (23/4) malam waktu AS atau Jumat (24/4) pagi WIB. Organisasi hak asasi manusia ini melihat tanda bahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rilis yang ditandatangani 105 organisasi sipil, hukum, dan sosial, serta 22 grup pendukung ini disebutkan bahwa situasi hak asasi manusia di AS sedang tidak baik-baik saja.
Kekerasan dan otoritarianisme dari aparat pemerintah AS juga meningkat. Hal ni membuat organisasi-organisasi ini merasa perlu membuat rilis peringatan perjalan ke AS.
“Mengingat memburuknya situasi hak asasi manusia di Amerika Serikat dan kurangnya tindakan berarti serta jaminan konkret dari FIFA, kota-kota penyelenggara, atau pemerintah AS.”
“Organisasi-organisasi yang bertanda tangan di bawah ini mengeluarkan imbauan perjalanan ini untuk para penggemar, pemain, jurnalis, dan pengunjung lainnya,” tulis
Amnestry USA
.
Mereka memperingatkan, setiap individu, termasuk suporter Piala Dunia 2026. dapat mengalami pelanggaran hak asasi manusia begitu memasuki wilayah hukum AS.
Salah satunya, akun-akun media sosial para pendatang akan disisir. AS sebagai negara yang menganut kebebasan berpendapat secara ketat menyeleksi opini publik dunia.
Penegakan hukum imigrasi AS juga disebut semakin semena-mena. Protes besar-besaran warga AS tidak dianggap serius oleh pemerintah Donald Trump. Malah kekerasan semakin menjadi.
Amnesty USA dan organisasi dunia lainnya khawatir Piala Dunia 2026 membuat AS secara rasial melakukan seleksi penonton sepak bola. Ini disebut sebuah tindakan yang diskriminatif.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(abs/jun)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Polisi Periksa Agen Penyalur 2 PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Jakpus
Baca lagi: Patroli Kapal Perang AS di Selat Malaka, Ini Respons Menlu RI
Baca lagi: Jelang Musim Haji, Berapa Tagihan Listrik Masjidil Haram di Mekkah?



