
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Barcelona
memiliki satu masalah untuk bisa
comeback
melawan Atletico Madrid dalam leg kedua babak perempat final
Liga Champions
di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB.
Barcelona tertinggal agregat 0-2 dari Atletico usai kalah pada leg pertama di Camp Nou. Blaugrana dituntut
comeback
dengan kemenangan lewat margin tiga gol.
Tim asuhan Hansi Flick ini memiliki rekor
comeback
epik di Liga Champions. Akan tetapi Barcelona ternyata juga memiliki masalah untuk bisa
comeback
dalam laga ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barcelona pernah melakoni
comeback
yang mengagumkan di Liga Champions saat menang 6-1 di Camp Nou usai kalah 0-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar.
Ada juga kemenangan di kandang sendiri saat Barcelona menggilas Chelsea 5-1 setelah kalah 1-3 di Stamford Bridge pada leg pertama.
Akan tetapi,
comeback
tersebut seluruhnya terjadi di kandang sendiri, di Camp Nou. Sementara sejarah mencatat Barcelona tidak bisa
comeback
ketika leg kedua dimainkan di kandang lawan.
Dikutip dari beIN Sports, rekor leg kedua di kandang lawan cenderung merugikan Barcelona. Dalam pemberitaan itu disebutkan, hanya Manchester United yang bisa
comeback
usai defisit dua gol.
Kemenangan itu dibukukan Man United pada babak 16 besar Liga Champions 2018/2019. Pada leg pertama MU kalah 0-2 di Old Trafford, kemudian menang 3-1 di Parc des Princes. Kemenangan itu meloloskan MU karena unggul gol tandang.
Meski begitu bintang Barcelona, Lamine Yamal, tetap optimistis bisa menyingkirkan Los Rojiblancos usai defisit dua gol pada leg pertama.
“Membalikkan keadaan bukanlah sebuah keajaiban. Kami berjanji, jika kami tersingkir, kami akan berjuang sampai akhir. Kami tidak akan membiarkan satu menit pun tanpa menekan, tanpa berlari,” ujar Yamal dikutip dari
One
Football
.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(sry/sry)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: China Tawarkan 10 Insentif selepas Oposisi Taiwan Datang
Baca lagi: Apple Garap Teknologi Baru Pengganti HP, Rencana Rilis Akhir Tahun Ini
Baca lagi: Menkum Supratman Dorong Ekosistem Royalti Digital di ASEAN Berkeadilan



