
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Tak berlebihan
Lionel Messi
dijuluki El Mesias; sang juru selamat. Saat Argentina sekarat, Messi jadi demigod yang menafsirkan mimpi-mimpi.
Saat Lautaro Martinez masuk pada menit ke-80, ketika kedudukan 0-1, dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris di Stadion Dallas, Messi memberi instruksi.
“Serang ruang di antara bek-bek. Kejar sundulan. Teruslah berlari [di antara bek Inggris],” kata striker Inter Milan ini saat ditanya apa yang disampaikan Messi kepadanya saat pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi sepertinya sedeng. Tinggi Martinez hanya 174 centimeter (cm). Lihat bek Inggris. John Stones (188 cm), Ezri Konsa (183 cm), Marc Guehi (182 cm), dan Dan Burn (201 cm). Mana bisa menang duel udara!
Namun, pada
injury time
, menit ke-92, Messi yang menguasai bola di sisi kanan, menusuk. Nico O’Reilly dan Djed Spence menunggu. Messi melihat ruang ke gawang, menusuk, dan melepas crossing.
Bola diarahkan ke tiang jauh. Ada dua raksasa di sana, Stones dan Guehi. Bola melambung tepat di antara keduanya. Lautaro masuk, menanduk, dan gol. Argentina berbalik 2-1.
Bukan Messi yang sedeng. Analisis mata Messi di atas normal. Ia abnormal. Visinya melawan kemustahilan. Seperti ahli nujum, Messi bisa membaca striker kecil menang duel udara lawan bek jangkung.
Hal sama terjadi dalam laga sebelumnya, melawan Swiss dan Mesir. Instruksi Messi memecah kebuntuan. Saat tertinggal atau sekarat, Messi malah masuk ke mode gawat; cermat; memikat.
Lionel Scaloni tak kalah cerdik. Rodrigo de Paul diparkir saat melawan Inggris. Scaloni lebih memilih Giuliano Simeone.
Body guard
Messi itu baru dimainkan di babak kedua.
Ini keputusan penuh pertimbangan. Matang. Scaloni ingin tenaga De Paul diforsir pada sisa pertandingan. Menutup ruang Inggris menguasai
ball possession
dan serangan balik. Ampuh.
Argentina benar-benar bermental juara. Skuadnya biasa saja, tak istimewa, tetapi matang. Lawan boleh punya segalanya, tetap saja
ball possession
Argentina kuasa. Bagaimana lawan Spanyol?
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Rata-rata
ball possession
Spanyol di
Piala Dunia 2026
adalah 66,0 persen. Rinciannya, di atas 70 persen saat babak grup, di atas 60 persen di babak besar, dan 51 persen pada semifinal.
Penguasaan bola Rodri dan kawan-kawan lebih baik dibanding generasi emas yang juara Piala Dunia 2010. Saat itu ada Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Sergio Busquets, tetapi lebih dominan tim 2026.
Titik temunya, penguasaan bola tim Matador sama-sama 51 persen pada babak semifinal. Ini semacam pola, untuk kembali tampil dominan, cepat, dan lincah pada partai final.
Hanya saja, Argentina juga tim yang suka bermain-main di taman. Argentina bukan tim pragmatis yang langsung menusuk ke ulu hati. Argentina juga tim penyiksa; mendominasi.
Selama Piala Dunia 2026 hanya sekali Argentina kalah penguasaan bola. Yakni saat melawan Aljazair. Sisanya, dikuasai. Bahkan, Inggris dipaksa bermain seperti katak dalam tempurung. Sempit di pertahanan.
Genetika atau DNA Spanyol dalam asuhan Luis de la Fuente memang tiki taka. Bola-bola pendek terkalibrasi. Hanya saja, kali ini Spanyol bermain seperti para penggergaji kayu.
Spanyol maju mundur dengan intensitas konstan. Gerakannya ritmik; berirama; penuh ketukan. Prancis yang bertabur bintang, jago olah bola, dan cepat, saja dibuat mati gaya.
Filosofi permainan yang biasa terlihat dalam gaya Barcelona ini tentu pula ada di kepala Lionel Messi. La Pulga, si kutu adalah anak baptis dari taktik bola yang fenomenal tersebut.
Spanyol tak bisa arogan di hadapan Messi. Sudah banyak korbannya. Kepercayaan diri berlebihan tak ada gunanya di muka Argentina. Ujungnya selalu sama, submisif; pasrah.
Namun Spanyol bukan seperti itu.
Psywar
angkuh khas sepak bola tak muncul. Lamine Yamal misalnya, dengan jujur berkata ikhlas jika akhirnya kalah dari Argentina di laga final.
Spanyol kembali rendah hati. Spanyol tak lagi meledak-ledak. Hanya saja ini psikologi sebelum perang. Spanyol tak ingin perang kata. Memantik api dikurangi. Inilah mentalitas gergaji kayu.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Add
as a preferred
source on Google
Tiki Taka yang Semakin Kaya dari La Roja
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Ekspor Album K-pop Tembus Rp4,6 Triliun Paruh Pertama 2026
Baca lagi: Ketua Komisi V DPRD Jabar Tegaskan Pembahasan SPP Sekolah Tetap Jalan
Baca lagi: Walkot New York Zohran Mamdani Nobar Piala Dunia Bareng Napi