Mancing Kuy!

Robert Alberts Klarifikasi Sengketa Gaji Persib Berujung Sanksi FIFA

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Eks pelatih Persib Bandung

Robert Rene Alberts

buka suara mengenai sengketa gaji yang sempat membuat Maung Bandung kembali terkena FIFA Registration Ban.

Robert menegaskan sudah mencoba menyelesaikan masalah penunggakan gaji secara langsung dengan Persib. Namun, ia terpaksa membawa masalah lebih lanjut ke FIFA karena manajemen Maung Bandung tidak sesuai kesepakatan awal.

“Halo semuanya, Robert Alberts di sini. Saya telah diam mengenai masalah ini cukup lama, dan ada alasannya. Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini,” ujar Robert dalam keterangan videonya pada Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” lanjutnya.

Robert kemudian membeberkan kronologi sengketa tersebut. Dia mengakui tidak pernah dipecat, melainkan mundur dari jabatan pelatih.

“Kembali pada tahun 2021, saya menandatangani perjanjian saya dengan Persib, dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala,” ujarnya.

Setelah terjadi pergantian manajemen, Robert melanjutkan komunikasi dengan manajemen baru Persib saat itu, Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan.

“Manajemen Persib berubah setelah itu, dan dengan manajemen yang baru, saya mencoba mendiskusikan pembayaran yang tertunda dalam sebuah rencana pembayaran. Kami merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak saya, dan pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Aditia dari manajemen baru,” tuturnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan pembayaran secara bertahap. Bahkan, dia mengaku bersedia menerima angka yang lebih rendah dari kontrak awal sebagai bentuk kompromi.

“Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama; sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak. Dan saya tentu saja juga tertarik untuk membantu klub, karena saya memahami situasi mereka. Kami mencapai kesepakatan untuk melakukan cicilan dari Maret hingga Desember 2025.”

“Sebenarnya, saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga,” bebernya.

Baca di halaman berikutnya>>>

Robert menegaskan dirinya tidak tiba-tiba menuntut Persib. Pria asal Belanda itu sudah berulang kali bernegosiasi tanpa realisasi yang nyata. Ia juga menyoroti pernyataan yang menyebut Persib tidak mengetahui persoalan tersebut.

“Ada satu poin lagi yang ingin saya klarifikasi karena saya telah mendengar pernyataan bahwa Persib tidak tahu-menahu mengenai kasus ini. Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub.”

“Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini,” ujarnya.

Perkara tersebut terpaksa dibawa ke FIFA. Bukti-bukti kontrak dan pembayaran terakhir disertakan.

“Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi. Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya,” jelasnya.

“FIFA telah menentukan bahwa Persib memiliki kewajiban yang belum diselesaikan kepada saya dan memerintahkan pembayaran tahun lalu. Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi di bawah proses FIFA pun mengikuti, termasuk sanksi pendaftaran tahun lalu,” ucap Robert.

Persib sempat melakukan pembayaran setelah FIFA menjatuhkan sanksi, tetapi pembayaran tersebut belum menyelesaikan seluruh kewajiban.

“Setelah FIFA memerintahkan sanksi tersebut tahun lalu, Persib segera membayar saya, tetapi itu baru sebagian dari pembayaran. Masih banyak bulan-bulan lainnya yang harus dibayarkan hingga Desember 2025,” katanya.

“Saya mencoba menyelesaikan masalah ini secara langsung sepanjang waktu, menghubungi klub, saya menginginkan penjelasan mereka, dan saya memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Saya diam cukup lama karena ingin melindungi hubungan baik, dan juga karena saya sungguh berharap kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus melalui FIFA,” tuturnya.

[Gambas:Photo Mancing Kuy]

Namun, Robert terpaksa membuat klarifikasi duduk permasalahan agar tidak diklaim sebagai pihak yang bersalah.

“Jadi, saya rasa sekarang sudah sangat jelas bahwa orang-orang tahu itu adalah kesepakatan yang dibuat antara manajemen baru pada Januari 2025, di mana mereka harus membayar sisa uang saya yang jumlahnya sudah lebih sedikit dari sebelumnya. Dan karena uang tersebut tidak dibayarkan, FIFA bertindak sebagaimana mestinya, dan saya pun bertindak sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Kini, Robert menegaskan polemik penunggakan gaji sudah benar-benar rampung. Manajemen Persib telah melunasi seluruh kewajiban kepada Robert.

“Dan sebagai informasi untuk Anda, kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut,” katanya.

“Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi dan seperti biasa saya akan bilang… Bagussssss,” ujar Roberts mengakhiri.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Negosiasi Berkali-kali Tak Kunjung Tuntas

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Polisi di Buton Sultra Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

Baca lagi: NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya

Baca lagi: Polisi di Buton Sultra Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

Exit mobile version