
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Maroko
berhasil menyingkirkan Belanda dari
Piala Dunia 2026
usai menang adu penalti di babak 32 besar di Monterrey, Selasa (30/6). Rekor baru tercipta usai Maroko resmi lolos ke fase 16 besar.
Rekor tersebut tercipta saat drama adu penalti dengan skor 3-2 Maroko vs Jerman. Mengutip
MisterChip
, untuk pertama kalinya dalam sejarah piala dunia terdapat 4 tendangan mengenai tiang gawang dan 1 tendangan melebar gagal menciptakan gol.
Saat adu penalti, Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi gagal menjalankan tugas mereka sebagai algojo Maroko karena bola mengenai tiang gawang. Sedangkan eksekutor pemain Belanda gagal buat gol karena bola mengenai tiang gawang adalah Justin Kluivert dan Crysencio Summerville.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pemain Belanda yang gagal menciptakan gol karena tendangan yang melebar dari gawang adalah Quinten Timber.
Sebelumnya lewat adu penalti, pada tendangan pertama, Teun Koopmeiners berhasil mencetak gol meskipun arah tembakannya terbaca oleh Bono. Neil El Aynaoui gagal melaksanakan tugasnya usai tembakannya membentur mistar. 1-0 untuk Belanda.
Justin Kluivert maju sebagai penendang kedua dan tendangannya membentur tiang. Skor kemudian imbang 1-1 setelah Soufiane Rahimi bisa mencetak gol.
Pada tendangan ketiga, Wout Weghorst maju sebagai eksekutor dan melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Chemsdine Talbi juga bisa menggetarkan gawang Belanda. Skor imbang 2-2 usai tendangan penalti ketiga.
Pada tendangan keempat, Quinten Timber tidak berhasil mencetak gol. Meski Bono terkecoh, Timber tidak mampu mengarahkan bola ke gawang. Achraf Hakimi maju sebagai eksekutor dan juga gagal karena bola membentur tiang. Skor masih 2-2 usai tendangan keempat.
Crysencio Summerville maju sebagai penendang kelima dan tendangannya bisa diblok Bono dengan baik.
Ismael Saibari hadir sebagai penendang kelima dan ia bisa mengecoh Verbruggen. Maroko menang 3-2 dalam adu penalti.
Di waktu normal, Belanda bisa mencetak gol lebih dulu lewat Cody Gakpo di menit ke-72. Gol ini lahir dari skema serangan cepat yang impresif.
Dimulai dari sundulan Wout Weghorst ke arah Crysencio Summerville, Summerville lalu berlari kencang ke lini pertahanan Maroko. Meskipun terjatuh, Summerville bisa mengirim bola ke arah Cody Gakpo yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggetarkan gawang Maroko yang dikawal Bono.
Dalam kondisi kritis, Maroko bisa menyamakan kedudukan. Gol Maroko dicetak oleh Issa Diop. Bek tengah Maroko itu maju membantu serangan dan bisa menyundul bola hasil umpan silang Chemsdine Talbi.
Masuk ke
extra time
, Maroko justru lebih menguasai keadaan. Maroko bisa menekan Belanda yang lebih banyak bertahan di babak pertama extra time.
Di babak kedua extra time, Belanda lebih berani keluar menekan. Namun skor 1-1 tetap tak berubah sehingga laga ditentukan lewat adu penalti. Dalam adu penalti, Maroko keluar sebagai pemenang.
Kekalahan lewat adu penalti ini membuat Belanda menyamai rekor buruk Spanyol dalam menjalani adu penalti di Piala Dunia. Belanda dan Spanyol kini sama-sama mengalami empat kekalahan dalam adu penalti di Piala Dunia.
Empat tahun lalu di Qatar 2022, timnas Belanda juga tersingkir lewat adu penalti setelah kalah di perempat final dari Argentina. Belanda juga kalah adu penalti dari Argentina di Piala Dunia 2014, dan kekalahan pertama adu penalti Belanda terjadi di Piala Dunia 1998 dari Brasil.
Di bawah Belanda dan Spanyol, ada timnas Prancis, Italia, dan Inggris yang sama-sama tiga kali menelan kekalahan dalam adu penalti Piala Dunia.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(tim/dal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: T.O.P Bakal Gelar Tur Fan Meeting Perdana di Asia
Baca lagi: Said Cermati Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 dalam PEM PPKF 2027
Baca lagi: Kecap Manis Ternyata Mengandung Natrium, Aman Dikonsumsi?