Mancing Kuy!

Reaksi Kemenpora soal Atlet Tuli Galang Dana demi Lomba di Malaysia

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Kemenpora RI

buka suara setelah viral 24 atlet tuli melakukan galang dana demi bisa mewakili Indonesia di ajang internasional.

Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono dan Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Budi Ariyanto Muslim menegaskan Kemenpora hanya bisa memfasilitasi kontingen Indonesia jika terafiliasi dengan payung hukum resmi.

Dalam konteks olahraga disabilitas, lanjut Surono, setiap kelompok perlu bergandengan dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk turnamen internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Penentuan kejuaraan single event yang diikuti harus melalui konsolidasi serta perencanaan bersama antara NPC Indonesia dan Kemenpora. Prioritas diberikan kepada cabang dan atlet yang memiliki potensi prestasi, sekaligus mendukung target Indonesia pada multievent utama. Yaitu di sini adalah Paralimpiade. Sasaran antaranya adalah ASEAN Para Games, kemudian Asian Para Games,” kata Surono di Jakarta, Selasa (1/9).

“Hanya koordinasi yang baik dan kepatuhan kepada statuta International Paralympic Committee dan khusus untuk atlet tunarungu, dengan anggaran dasar atau by law ICSD. Maka pembinaan, anggaran, dan dukungan pemerintah dapat diarahkan secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ia menambahkan.

Sebelumnya, viral di media sosial 24 atlet tuli menggalang dana agar bisa ikut Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Penang, Malaysia pada 2-10 Oktober 2026. Adapun target donasi adalah Rp700 juta.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Kemenpora menilai penggalangan dana dilakukan tanpa koordinasi dengan Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) yang terafiliasi dengan NPC Indonesia. Karena itu, Kemenpora tak bisa memfasilitasi para atlet untuk berangkat ke Malaysia.

Budi Ariyanto Muslim menyatakan Kemenpora tak bisa berbuat banyak dalam lingkup penggalangan dana 24 atlet tersebut. Lagi-lagi afiliasi organisasi jadi alasannya.

“Sikap kami jelas bahwa kami akan mendukung yang memang punya afiliasi dengan internasional di organisasinya. [Turnamen] yang di Malaysia itu setelah kami lihat tidak ada sanksi [kalau tidak ikut]. Jadi bisa dikatakan [turnamen] festival]. Jadi tidak resmi dan tidak diakui oleh federasi internasionalnya,” ucap Budi.

(ikw/ikw/jun)

Baca lagi: Aktor Korsel Yun Si-yun Jadi Brand Ambassador TetherMax

Baca lagi: D4vd Ganti Pengacara Hadapi Sidang Kasus Mutilasi Remaja

Baca lagi: Gosho Aoyama Ngaku Mulai Siapkan Ending Manga Detective Conan

Exit mobile version