
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pembalap Honda Asia Dream Racing, Muhammad
Kiandra Ramadhipa
, membeberkan perbedaan besar cara membalap saat berkompetisi di Eropa dengan Asia.
Saat ini Kiandra Ramadhipa melakoni tahun kedua berkompetisi di Eropa, yakni di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dan Moto3 Junior World Championship 2026.
Pada 2025 Kiandra juga bersaing di Red Bull Rookies Cup bersama Veda Ega dan di European Talent Cup. Sebelum merambah Eropa, Rama, sapaan Kiandra sempat mencicipi Asia Road racing Championship dan Asia Talent Cup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman-pengalaman itu membuat Rama menyadari perbedaan besar dalam cara membalap saat tampil di Eropa dengan di Asia.
“Perbedaan terbesarnya mungkin, kalau kita mau tarung di depan kita harus punya
pace
yang cukup, harus lebih fokus, karena tentunya, semua balapan maupun di Asia semua bisa terjadi,” ujar Rama di Jakarta.
“Kalau di Eropa menurut saya, mereka yang di depan yang levelnya satu
step
di atas kalau misalnya dari
free
practice
mereka rasa mereka kuat, mereka pasti push di race itu dan untuk mengikuti
pace
itu mungkin yang harus dicari,
race
pace
itu sangat penting di sana,” ucap Rama menambahkan.
Fasilitas di Eropa yang lebih lengkap turut mendorong level membalap itu sendiri. Karena itu persaingan berlomba di tanah Eropa lebih ketat.
“Tantangan terbesarnya, diri sendiri. Karena kan mengontrol emosi itu sangat penting, mengontrol ego dan juga tentunya saya ingin lebih baik dari tahun kemarin,” ujar Rama.
Saat ini Rama menempati peringkat ketiga klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan mengoleksi 101 poin. Red Bull Rookies Cup 2026 menyisakan empat balapan dari dua race.
Sementara di Moto3 Junior 2026, Rama di peringkat kelima dengan 64 poin. Kompetisi Moto3 Junior 2026 menyisakan enam balapan dari 3 seri.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(sry/sry)
Baca lagi: Kapan Formula 1 Malaysia usai GP Bahrain Resmi Dipindah ke Sepang?
Baca lagi: Hormati Putusan MK, Telkomsel Klaim Punya Opsi Paket Internet Rollover
Baca lagi: Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda