
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Presiden FIFA
Gianni Infantino
didesak mundur dari jabatannya setelah sejumlah kekacauan pada
Piala Dunia 2026
di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Piala Dunia 2026 menghasilkan timnas Spanyol sebagai juara setelah mengalahkan Argentina yang merupakan juara bertahan, 1-0, di Stadion New Jersey, Senin (22/7) waktu Indonesia.
Gianni Infantino menjadi figur yang kontroversial dalam Piala Dunia 2026. Dia jadi sorotan karena sejumlah masalah dalam turnamen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak kekacauan membuat Piala Dunia 2026 terkesan berantakan. Sebelum kickoff dimulai, timnas Iran mendapatkan perlakuan berbeda dari tim lain. Begitu juga dengan wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dilarang masuk negara tersebut.
Beberapa perubahan yang akhirnya memecah belah opini juga terjadi selama pagelaran Piala Dunia 2026, mulai dari penambahan jumlah peserta, hingga pengenalan jeda hidrasi.
Pencabutan hukuman kartu merah striker AS, Folarin Balogun, jadi sorotan paling serius di Piala Dunia 2026. Balogun bisa bermain lawan Belgia di babak 16 besar meski mendapat kartu merah pada laga sebelumnya saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.
Saat itu Presiden AS Donald Trump mengaku menelepon Infantino guna merekomendasikan mengecek kembali hukuman Balogun.
Kekacauan dalam Piala Dunia 2026 direspons Presiden La Liga Javier Tebas yang mendesak Gianni Infantino mundur dari Presiden FIFA.
“Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya [Infantino] sudah habis,” ujar Tebas kepada La Gazzetta dello Sport dikutip dari Sportbible.
Menurut Tebas, demi kepentingan sendiri, Infantino menghancurkan industri sepak bola. Infantino disebut selayaknya mundur sejak lama.
“Namun, ia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi, jadi tidak banyak lagi yang perlu ditambahkan, bukan? Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang ingin maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, dan sistem ini busuk di intinya,” ucap Tebas.
“Seharusnya dia tidak bertahan, tetapi keadaan saat ini berarti dia tidak akan pergi. Beberapa hari terakhir di AS, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, yang tidak setuju dengan apa yang dia lakukan. Mereka mengatakan itu, tetapi kemudian mereka tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau keterlibatan, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepak bola.”
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(sry/jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Anak Batuk Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Terkena GERD
Baca lagi: Presiden Iran Umumkan Perang Total sampai China-Filipina Clash di LCS
Baca lagi: Libur Balapan, Veda Ega dan Mario Aji Cari Batik di Jakarta