
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Ketegangan pascapertandingan babak 16 besar
Piala Dunia 2026
antara Argentina dan Mesir memanas. Setelah Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan murka akibat wasit yang dianggap tidak adil, anak-anak asuhannya pun turut berkomentar pedas.
Sang juara bertahan Argentina sukses melakukan comeback luar biasa setelah sempat tertinggal 0-2. Kehadiran Messi di menit-menit akhir menjadi pembeda lewat sumbangan satu gol dan satu assist yang mengunci kemenangan 3-2 untuk
Albiceleste
.
Namun, kubu Mesir meradang akibat keputusan wasit yang menganulir gol mereka setelah peninjauan
Video Assistant Referee
(VAR). Tak hanya itu, wasit juga dinilai abai karena tidak memeriksa pelanggaran nyata yang dilakukan Alexis Mac Allister dalam proses sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan di masa
injury time
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiper cadangan Mesir, Mohamed Alaa, ikut menyuarakan kekesalan yang sama dengan Zico mengenai bagaimana keputusan krusial pengadil lapangan mengubah jalannya permainan secara drastis.
“Kualitas kepemimpinan wasit hari ini sangat jelas terlihat di depan semua orang. Kami mendapati gol kami dianulir, dan kami seharusnya mendapat penalti. Sialnya, momen penalti itu malah berbalik menjadi gol serangan balik bagi mereka,” tutur Alaa berang, seperti dilansir
ESPN
.
Meski ruang ganti dipenuhi amarah dan rasa frustrasi, kapten tim Mohamed Salah tampil sebagai sosok pemimpin yang menenangkan badai emosi para pemain.
“Protes kami murni ditujukan kepada wasit, yakni terkait kesalahan-kesalahan fatal yang ia buat. Hanya sebatas itu. Setelah laga, Kapten Salah masuk ke ruang ganti, mengumpulkan seluruh pemain, dan berbicara kepada mereka,” ungkap Alaa.
“Salah berkata: ‘Sangat tidak beruntung, tapi ini sudah berakhir. Ini adalah ketetapan dan kehendak Allah atas apa yang telah terjadi. Mari kita jadikan ini sebagai modal untuk berkembang, dan apa yang akan datang di depan akan jauh lebih baik, insya Allah’,” pungkas Alaa menirukan ucapan bijak sang bintang Liverpool musim lalu itu.
Kekecewaan juga dilontarkan oleh penyerang Mesir, Mostafa Zico, yang mengaku sangat terpukul melihat kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika.
“Sangat tidak beruntung. Pertandingan sudah berada di tangan kami dan lepas begitu saja di detik-detik terakhir,” ujar Zico dengan nada kecewa. “Banyak hal aneh terjadi di atas lapangan,” sambungnya.
“Kami sangat dirugikan [wasit] hari ini, dan semua orang melihat hal itu. Kami sempat unggul 2-0. Namun setelah skor itu, segala hal berbalik menyerang dan menyudutkan kami. Saya bahkan tidak tahu mengapa gol kedua kami dianulir, saya tidak melihat ada alasan logis untuk itu,” ketus Zico.
Zico membantah anggapan bahwa para pemain Mesir sudah jemawa dan merasa di atas angin saat berhasil menyarangkan gol kedua ke gawang Argentina.
“Tidak, kami sama sekali tidak berpikir bahwa pertandingan sudah selesai. Kami tahu betul bahwa kami sedang menghadapi juara dunia. Bahkan sebelum laga dimulai, kami sadar mereka adalah tim yang kuat dan kandidat utama juara. Namun maksud saya, jika mereka menang murni karena kerja keras mereka sendiri, ceritanya akan sangat berbeda bagi kami,” tambahnya menyindir kinerja wasit.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(wiw/dal)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Baca lagi: Kunjungi Yogyakarta, PM India Modi Bakal Ibadah di Candi Prambanan
Baca lagi: Ada Kafein dalam Cokelat, Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Baca lagi: Alasan KDM Tak Ingin Ubah Nama Jabar Jadi Provinsi Tatar Sunda