
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pelatih
Timnas Spanyol
, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa skuad
La Furia Roja
sama sekali tidak gentar dengan status favorit dan tekanan besar yang disematkan kepada mereka.
Menjelang laga hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 kontra Austria di Stadion Los Angeles, De la Fuente menyebut ekspektasi tinggi justru menjadi bahan bakar utama timnya.
“Kami terus tumbuh di bawah tekanan; saya suka ketika ekspektasi tinggi dibebankan kepada kami,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers pra-pertandingan, seperti dilansir situs resmi FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang segalanya bergantung pada kami untuk memenuhi ekspektasi tersebut, karena jelas, tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan di fase gugur; kami wajib memenangkan laga ini,” tambah dia.
Langkah Spanyol di Piala Dunia kali ini sejatinya tidak berjalan mulus sejak awal. Hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde di laga pembuka sempat memicu keraguan publik.
Namun, Dani Olmo dan kolega terbukti mampu berkembang selangkah demi selangkah. Mereka langsung bangkit lewat kemenangan telak atas Arab Saudi sebelum akhirnya mengunci status juara grup usai menumbangkan Uruguay 1-0 di laga pamungkas fase grup.
“Ini adalah sebuah proses, jalur yang harus kami lalui. Kompetisinya kini berbeda, lawannya berbeda, gaya sepak bolanya pun berbeda, dan Anda dituntut untuk terus berkembang dan membuat kemajuan,” jelas sang pelatih.
Bicara mengenai peta kekuatan lawan, De la Fuente memberikan perhatian khusus pada transformasi radikal yang dialami Austria di bawah asuhan pelatih Ralf Rangnick.
Austria dikenal melaju ke babak 32 besar dengan menunjukkan mentalitas baja luar biasa, termasuk saat mereka menolak menyerah meski sempat kebobolan di menit-menit akhir kala melawan Aljazair, sebelum akhirnya bisa menyamakan kedudukan.
“Disiplin, kekuatan fisik, duel udara, hal-hal itu selalu menjadi ciri khas sekolah sepak bola Austria. Namun bersama [Ralf Rangnick], mereka telah melangkah satu tahap lebih maju,” analisis De la Fuente.
“Sekarang mereka menerapkan taktik pressing yang jauh lebih tinggi di lini depan dan memberikan tekanan defensif yang sangat intens. Mereka memiliki materi pemain yang mumpuni untuk melakukan itu dan mereka telah menemukan ritme yang tepat. Mereka memainkan gaya yang sangat cocok dan mereka sangat menikmatinya.”
Bagi de la Fuentes, laga Spanyol melawan Austria di Los Angeles ini hanyalah satu dari sekian anak tangga yang harus mereka daki demi mencapai tujuan akhir: laga final pada 19 Juli mendatang.
“Sangat wajar jika publik menuntut standar tinggi dari kami-karena kami sendiri menetapkan standar yang jauh lebih tinggi untuk diri kami sendiri,” tegas pelatih yang membawa Spanyol juara Euro 2024 tersebut.
“Kami adalah para petarung, kami ingin berkembang setiap hari. Ketika Anda menghadapi lawan yang juga berada di level teratas, segalanya akan menjadi lebih sulit. Namun, justru itulah tujuannya, tantangan seperti ini yang akan mengeluarkan kemampuan terbaik dari dalam diri kami. Dalam kondisi yang seimbang, siapa pun yang mampu mengendalikan situasi saat momen krusial tiba, dialah yang akan keluar sebagai pemenang,” pungkasnya.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(wiw/nva)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 7 Kudapan Kenyal Khas Indonesia yang Bikin Susah Berhenti Makan
Baca lagi: Kejiwaan PM Netanyahu Menurut Psikolog Israel: Agresif-Manipulatif
Baca lagi: Pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah pada 11 Juli Batal