
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Pelatih
Jerman
, Julian Nagelsmann menyoroti keputusan wasit asal Maroko, Jalal Jayed yang menganulir gol Jonathan Tah saat meladeni Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) pagi WIB.
Tah sebenarnya nyaris membuat Jerman berbalik unggul 2-1 atas Paraguay pada menit ke-102. Bek tengah Jerman itu mencetak gol lewat sundulan di tiang jauh yang membobol gawang Orlando Gill.
Namun, gol yang berpotensi meloloskan Jerman itu dianulir oleh Jalal Jayed. Setelah melihat Video Assistant Referee (VAR), Jayed menilai lebih dulu terjadi pelanggaran yang dilakukan bek Jerman, Waldemar Anton kepada kiper Paraguay, Orlando Gill.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sungguh konyol gol kami dianulir, tetapi pada akhirnya harus diakui bahwa performa kami memang belum cukup,” ujar Nagelsmann seperti dilansir dari
One Football
.
“Saya sangat kecewa karena saya merasa kami memiliki tim yang sangat solid, dan kesan yang didapat dari sesi latihan pun selalu bagus. Tidak ada pemain yang sengaja tampil buruk,” katanya melanjutkan.
Terkait performa tim, Nagelsmann coba menjelaskan sebab pasukannya tidak bisa melewati adangan Paraguay. Menurut pelatih berusia 38 tahun itu, para pemainnya lambat dalam memaksimalkan serangan dari sektor sayap.
“Kami butuh waktu terlalu lama untuk bisa memaksimalkan permainan sayap. Seiring berjalannya laga, kami lebih memaksakan hal itu dan akhirnya berhasil menciptakan lebih banyak situasi di dalam kotak penalti [Paraguay],” tuturnya.
“Kami memang memegang kendali, namun kurang memiliki daya gedor yang mematikan.”
Jerman disingkirkan Paraguay lewat adu penalti dengan skor 4-3. Selama 120 menit, kedua tim bermain imbang setelah gol Julio Enciso disamakan oleh Kai Havertz.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(jal/ptr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Bridgestone Ingatkan Pentingnya Perawatan Ban Jelang Libur Nataru 2024
Baca lagi: BNI Masuki 8 Dekade, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
Baca lagi: Dubes RI Beber Sejumlah Prioritas Kerja Sama Indonesia dengan Korsel