
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Arsenal
masih jadi favorit menyabet gelar
Premier League
2026/2027. Adakah tim lain mampu membendung The Gunners dalam peta persaingan juara?
Super komputer Opta memprediksi Arsenal juara Premier League 2026/2027 dengan kemungkinan mencapai 38 persen. Perkiraan ini berdasarkan rekam jejak Meriam London musim sebelumnya dan proyeksi ke depan dari tim asuhan Mikel Arteta.
Namun kemungkinan tetaplah kemungkinan. Sebab sebelum musim 2025/2026 bergulir, Opta memprediksi Manchester City sebagai juara namun di akhir, Arsenal mendapatkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, The Gunners dipandang layak untuk mempertahankan trofi meski tim-tim lain juga berkesempatan menahan laju Declan Rice dan kawan-kawan. Berikut klub rival berpotensi membendung Arsenal:
1. Manchester City
Manchester City diberi 20,5 persen kemungkinan juara oleh Opta. Angka ini berdasarkan komposisi tim sekaligus rekam jejak The Citizens musim lalu.
Satu hal jadi perhatian adalah pergantian era dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca. Adaptasi jadi fokus utama jika ingin mengembalikan tim ke singgasana juara.
City perlu memperkuat fondasi tim setelah eksodus pemain bintang, terutama Rodri ke Barcelona dan kedatangan Elliot Anderson diharapkan jadi pembeda. Jika kerangka skuad mumpuni dan Maresca efisien menerapkan strategi, bukan tak mungkin The Citizens juara lagi.
2. Manchester United
Manchester United jadi salah satu tim menjanjikan di musim 2026/2027 jika melihat rekam jejak Michael Carrick semasa jadi pelatih sementara musim lalu. The Red Devils perlu meneruskan sekaligus meningkatkan kualitas di bawah kendali sang pelatih musim ini.
Kehadiran Andrey Santos dan Youri Tielemans diharapkan mengisi kepingan puzzle di lini tengah usai Casemiro memutuskan berpisah. Man United juga perlu bermain lebih klinis dengan lini depan bertabur bintang.
Man United punya Benjami Sesko sebagai ujung tombak dan Bryan Mbeumo untuk mengacak-acak. Matheus Cunha juga bisa jadi pendulang angka.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
3. Liverpool
Lembaran baru Liverpool bersama Andoni Iraola diharapkan mengembalikan kepercayaan penggemar setelah musim kelam bersama Arne Slot.
Di satu sisi, Liverpool perlu segera restrukturisasi pemain setelah Mohamed Salah, Ibrahima Konate, dan Andrew Robertson memilih pergi. Sejauh ini baru ada Jeremy Jacquet (bek tengah), Ronald Araujo (bek tengah), dan Victor Munoz (sayap kiri) datang ke Anfield.
Agaknya The Reds butuh tambahan tenaga untuk bersaing di jalur juara terlebih dengan situasi Hugo Ekitike masih cedera. Jika lini depan kembali seperti sedia kala, agaknya Liverpool bisa bersaing ketat di papan atas.
4. Chelsea
Kembalinya Xabi Alonso ke Premier League jadi perhatian. Kini legenda Liverpool itu menapak tanah Inggris Raya sebagai juru taktik Chelsea.
Berkaca dari enam laga persahabatan dalam tur pramusim, empat kemenangan jadi tanda Xabi cukup menjanjikan. Ditambah The Blues begitu ambisius di bursa transfer musim panas.
Ada total 11 pemain anyar merapat ke Stamford Bridge. Nama potensial seperti Morgan Rogers hingga barisan veteran Danny Welbeck dan Jordan Henderson diharapkan maksimal memenuhi ekspektasi.
5. Aston Villa
Aston Villa bisa saja hadir sebagai kejutan di Premier League 2026/2027. Tren dari musim ke musim meningkat dengan pasti.
The Villans konsisten di papan atas selama tiga musim terakhir dan selalu tampil di pentas Eropa. Mereka bahkan menjuara Europa League musim lalu sekaligus jadi bukti tim asuhan Unai Emery punya kualitas presisi.
Proyek ambisius juga mereka lakukan sebelum musim bergulir. Ada enam pemain anyar dengan mahar berbeda-beda. Paling mahal adalah Johan Manzambi dengan banderol 60 juta euro dari Freiburg.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Liverpool, Chelsea, atau Aston Villa Bisa Kejutkan Arsenal?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: JK: PMI Salurkan Logistik dan Layani Ratusan Warga NTT Terdampak Gempa
Baca lagi: Menyambut Aksara Nusantara, Sistem Tulisan Teranyar Indonesia
Baca lagi: Kenapa Pangeran Harry dan Meghan Markle Putuskan Balik ke Inggris?