Mancing Kuy!

Marak Sindiran ke FIFA soal Balogun: Menjijikkan hingga ‘Jatah Teman’

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Mantan bek Manchester United sekaligus pandit sepak bola asal Inggris, Gary Neville, melayangkan kritik tajam terhadap keputusan mengejutkan

FIFA

yang menangguhkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.

Neville secara blak-blakan menyebut keputusan FIFA tersebut “benar-benar menjijikkan”.

Balogun sebelumnya diganjar kartu merah langsung saat AS menumbangkan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026, karena dinilai melakukan kontak fisik terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Sanksi tersebut seharusnya membuat Balogun absen dalam laga krusial babak 16 besar melawan Belgia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada Minggu (5/7) waktu setempat, Komite Disiplin FIFA secara tidak terduga menerapkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA untuk membekukan hukuman kartu merah tersebut.

Artinya, Balogun baru akan menjalani hukuman larangan bertanding jika ia melakukan pelanggaran serupa dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Keputusan kontroversial ini langsung disambut baik oleh Presiden AS, Donald Trump. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menulis: “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membatalkan sebuah ketidakadilan yang besar!”

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) mengaku “tercengang” dengan keputusan sepihak ini dan menegaskan akan “menyelidiki semua opsi hukum yang memungkinkan” sebagai bentuk protes.

Saat memandu jalannya pertandingan antara Brasil melawan Norwegia di saluran

ITV

, deretan pandit legendaris Inggris kompak mengecam keras intervensi yang dilakukan oleh FIFA soal penangguhan kartu merah Balogun.

“Ini benar-benar menjijikkan,” cetus Gary Neville, seperti dilansir

Independent

. “Mari kita perjelas. Saya pribadi menganggap itu memang bukan kartu merah, dan seharusnya ada proses peninjauan resmi untuk membatalkannya. Namun, jika sistem pemutihan itu sebenarnya tidak ada, lalu tiba-tiba FIFA entah dari mana memutuskan untuk membiarkan seorang pemain tampil, ini tidak adil. Aturan harusnya sama untuk semua orang,” ujarnya.

“Saya akan sangat mengamuk jika berada di pihak Belgia, begitu juga dengan tim-tim lain di turnamen ini yang pemainnya dikartu merah. Tapi, apakah kita terkejut dengan keputusan FIFA? Tentu saja tidak,” sindir Neville.

Kasus penangguhan kartu merah ini bukan yang pertama terjadi di Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen dimulai, megabintang Portugal Cristiano Ronaldo juga mendapatkan dispensasi serupa yang membuatnya bisa tampil di laga pembuka grup.

Mantan striker Arsenal, Ian Wright, menilai penangguhan kartu merah Balogun oleh FIFA telah mencederai sportivitas olahraga. “Kita bicara tentang integritas dan transparansi, tetapi melihat apa yang terjadi pada tim tertentu di turnamen ini, sungguh memalukan. Terlepas dari pemain Amerika itu bersalah atau tidak, beberapa hal yang terjadi di Piala Dunia ini sangat memalukan,” ujar Wright kesal.

Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, turut menambahkan dengan komentar sinisnya. “Ini tampak tidak adil karena kenyataannya memang tidak adil. Ini seperti aksi ‘bagi-bagi jatah teman’, jika kita boleh menyebutnya demikian.”

Kritik tidak kalah pedas juga datang dari pandit Inggris lainnya, Micah Richards. Mantan bek Manchester City tersebut menilai keputusan FIFA telah membuat turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini menjadi sebuah lelucon.

“Menangguhkan hukuman kartu merah selama satu tahun adalah tindakan yang mengolok-olok seluruh esensi turnamen ini,” kata Richards.

“Hal ini dilakukan hanya demi menjaga agar para bintang besar tetap bermain di kompetisi. Bagaimana hal seperti ini bisa dilegalkan? FIFA harus berbuat lebih baik. Ini meninggalkan rasa kecewa yang mendalam di hati banyak orang,” lanjutnya.

Sesuai regulasi, Amerika Serikat memiliki hak hukum untuk meminta FIFA mempublikasikan detail alasan di balik keputusan tersebut, sementara Belgia tidak memiliki hak akses yang sama.

Melalui pernyataan resminya, pihak Belgia merujuk pada sejumlah draf regulasi, presentasi lokakarya, serta rapat koordinasi pra-turnamen yang dinilai telah dilanggar oleh keputusan komite disiplin FIFA.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(wiw/nva)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Haaland Samai Gol Mbappe dan Messi, Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas

Baca lagi: Sinopsis Monster Hunter, Bioskop Trans TV 5 Juli 2026

Baca lagi: PMI Manufaktur Jatuh, Ekonom Soroti Daya Beli dan Ancaman PHK

Exit mobile version