Mancing Kuy!

Mampukah Kuda Troya Belgia Bikin Spanyol Porak-poranda?

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Butuh lebih dari sekadar taktik biasa dari

Belgia

agar pertahanan

Spanyol

bisa jebol. Kreativitas strategi bak siasat Kuda Troya dalam epos The Oddysey bisa jadi jalan keluar menuju semifinal Piala Dunia 2026.

Spanyol adalah satu-satunya tim belum kebobolan di Piala Dunia 2026. Solid jadi kata paling pantas untuk tim asuhan Luis de la Fuente, setidaknya hingga babak perempat final.

Padahal Spanyol tak selalu menghadapi lawan ringan. Tim-tim kuat seperti Portugal dan Uruguay mampu dikalahkan. Austria dan Arab Saudi juga mereka buat tumbang dengan skor signifikan.

Benang merahnya adalah La Furia Roja mampu menyapu bersih lima laga di Piala Dunia 2026 tanpa pernah kalah sekaligus kebobolan.

Di satu sisi, rapor Spanyol di gempita bola dunia bukan tanpa cela. Laga pertama mereka di fase grup tak memuaskan. Lawan tim debutan Cape Verde, mereka kesulitan. Skor 0-0 jadi jawaban.

Namun Spanyol belajar dari kesalahan. Empat kemenangan beruntun mereka petik hingga membawa kesebelasan hingga perempat final. Ini adalah pencapaian tertinggi setelah kejayaan Piala Dunia 2010.

Sejak saat itu, Spanyol selalu babak belur lebih cepat. Di Piala Dunia 2014 gugur di fase grup, sedangkan edisi 2018 dan 2022 angkat koper di babak 16 besar.

Kini, juara Euro 2024 itu sedang membuktikan diri sebagai salah satu raksasa Eropa. Akan tetapi, pertanyaannya adalah sampai kapan Spanyol bisa bertahan tanpa kebobolan juga?

Belgia mesti menjawabnya di Stadion Los Angeles, AS, Sabtu (11/7) mulai pukul 02.00 WIB. Berstatus salah satu tim produktif di perempat final, The Red Devils mestinya bisa bikin Spanyol menggigil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah 13 gol dipersembahkan Romelu Lukaku dan kawan-kawan. Sejauh ini, Belgia adalah tim dengan jumlah gol tinggi (13), di bawah Argentina dan Prancis dengan sama-sama 14 gol.

Indikasi ini bisa jadi tanda Belgia berpotensi jadi tim pertama penjebol gawang Spanyol. Meski sempat irit gol di dua pertandingan awal babak penyisihan, tim asuhan Rudi Garcia justru ganas di laga pemungkas fase grup dan knockout.

Bukan hanya perihal kuantitas, Belgia juga mampu keluar dari lubang jarum saat comeback lawan Senegal di babak 32 besar. Sempat ketinggalan 0-2, tiga gol langsung disarangkan untuk merebut kemenangan.

Singkatnya, tim peringkat sembilan di dunia itu punya rekam jejak menang usai bertemu jalan buntu. Namun menghadapi Spanyol dengan pertahanan solid, mampukah Belgia keluar dari situasi sulit?

Prinsip utama dalam strategi Kuda Troya adalah menyembunyikan prajurit ke dalam patung kuda besar untuk masuk ke benteng lawan. Siasat ini agaknya mirip dengan situasi Romelu Lukaku.

Dari lima pertandingan, striker 33 tahun selalu berlaga. Namun hanya satu kali Lukaku merumput sebagai starter. Empat di antaranya beraksi dari bangku cadangan.

Sebab Belgia punya ujung tombak menjanjikan bernama Charles De Ketelaere. Sudah dua gol dari empat pertandingan dipersembahkan pemain 25 tahun itu.

Kendati demikian, dari statistik jelas bahwa De Ketelaere belum bisa jadi jawaban tunggal saat Belgia butuh jalan keluar. Dua golnya baru dicetak saat menghadapi Amerika Serikat di babak 16 besar.

Sedangkan sebelum De Ketelaere mencetak gol, Belgia bergantung pada nama-nama lain seperti Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard, dan Romelu Lukaku.

Lagi-lagi Lukaku. Predikat supersub pantas disandang pemain 190 cm itu karena dengan menit bermain minim punya jumlah gol lebih tinggi.

Di satu sisi, boleh jadi pula Lukaku adalah prajurit dan De Ketelaere merupakan Kuda Troya-nya. Rudi Garcia tak memainkan Lukaku lebih awal agar pemain Napoli itu lebih segar ketika diperlukan dalam memecah kebuntuan.

Eks pemain Manchester United itu jadi pembeda ketika mencetak gol di akhir babak kedua lawan Senegal. Tugas sebagai juru gedor juga dituntaskan dengan menjebol gawang Selandia Baru dan Amerika Serikat meski berstatus pemain pengganti.

Dengan hal ini, Spanyol mesti waspada jika Belgia kembali mencadangkan Lukaku. Jika salah strategi, La Furia Roja bisa kebobolan di menit akhir dan terpaksa gigit jari.

Spanyol perlu konsisten dalam merapatkan benteng pertahanan di sepanjang pertandingan. Sebab belakangan, Piala Dunia 2026 jadi pentas unjuk gigi pemain pengganti.

Dalam catatan Opta, ada 18,6 persen pencetak gol merupakan pemain cadangan hingga perempat final. Data ini hanya terpaut tipis dengan keseluruhan Piala Dunia 2014 (18,7 persen). Artinya, persentasi bisa terus meninggi.

Jika pemain cadangan terus mencetak gol, maka terbuka kemungkinan Piala Dunia 2026 punya persentase tertinggi sejak data dibuat pada Piala Dunia 1970.

Dengan maksimal pergantian pemain lima orang, maka skema ini jadi salah satu acuan pelatih dalam menyusun strategi. Dalam konteks Spanyol vs Belgia, tim terbaik adalah keberhasilan memaksimalkan pemain cadangan.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Add

as a preferred

source on Google

Prajurit dalam Kuda Troya Itu adalah Lukaku

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Inggris dan Norwegia Dilanda Wabah Penyakit, Declan Rice Diisolasi

Baca lagi: Live-Action Naruto Open Casting Cari Pemeran Naruto, Sasuke, Sakura

Baca lagi: Produser Sangka Undangan Nikah Taylor Swift Spam, Istrinya Ngamuk

Exit mobile version