
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (
IPSI
) kompak menetapkan target besar untuk meloloskan
pencak silat
sebagai cabang olahraga resmi yang dipertandingkan pada Olimpiade 2032.
Ambisi besar ini digaungkan di sela-sela penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026. Wakil Ketua Umum PB IPSI, Mohamad Hasan menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya harus dipandang sebagai olahraga, melainkan identitas bangsa yang siap mendunia.
“Program dari Kemenpora kan kita mencoba untuk mengajak seluruh kegiatan untuk road to Olympic. Pencak Silat itu bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade nantinya,” ujar Mohamad Hasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski target tersisa enam tahun lagi, kedua pihak optimistis tantangan besar dapat dilewati. Sesmenpora, Gunawan Suswantoro mengungkapkan, tantangan utama saat ini adalah memenuhi persyaratan internasional dengan memperluas kepengurusan pencak silat ke berbagai belahan dunia.
“Saya pikir harus siap. Karena kita mulai 2026 ini, kita
pensosialisasian
pada seluruh dunia, minimal kepada 75 negara dan 5 benua, 120 negara. Ini penting supaya nanti menjadi persyaratan untuk menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade,” kata Gunawan membeberkan strategi pemerintah.
Gunawan menambahkan, Kemenpora akan mengandalkan peran diplomasi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal (Konjen) di negara-negara sahabat. Setiap perwakilan diplomatik diharapkan mampu memfasilitasi tempat latihan khusus demi menjaring atlet lokal di mancanegara.
Senada dengan Kemenpora, Sekjen PB IPSI, Abdul Karim Aljufri menekankan bahwa pencak silat tidak akan bisa menembus Olimpiade jika persaingan global tidak kompetitif. Oleh karena itu, PB IPSI telah mengambil langkah progresif dengan mendistribusikan pelatih lokal ke luar negeri.
“Kita ingin pencak silat, terutama dari sisi pencak silat olahraganya, di luar negeri bisa muncul juara-juara baru. Karena tidak mungkin pencak silat bisa lolos ke ajang yang lebih tinggi kalau negara-negara lain tidak kita beri kesempatan untuk mendapatkan latihan yang baik,” jelas Abdul Karim.
Selain ekspansi internasional, penguatan di sektor domestik juga terus dikebut melalui rencana pembentukan badan ad-hoc kurikulum pendidikan pencak silat di sekolah-sekolah. PB IPSI mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI demi menyaingi popularitas bela diri asing lainnya.
“Selama negara
full support
, kami yakin cukup [waktu enam tahun]. Harus, harus [didukung penuh], karena selama ini yang berjuang masih PB IPSI,” lanjut Abdul Karim menjelaskan.
Semangat menuju panggung dunia tersebut tercermin nyata dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang digelar pada 25-28 Juni di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur.
Turnamen kolaborasi
Mancing Kuy Indonesia
dan PB IPSI ini diikuti oleh sekitar 2.000 pesilat muda dari kategori pemasalan hingga prestasi, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Lewat turnamen makro ini, diharapkan lahir generasi baru pendekar Indonesia yang nantinya mampu mengibarkan Merah Putih di podium Olimpiade 2032.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(afr/dal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.922 per Dolar AS Jumat Sore
Baca lagi: Ongkos Verifikasi Wajah Nomor HP Kena Rp3 Ribu, Asosiasi Minta Diskon
Baca lagi: Own Goal Tragis Bek Timnas Kolombia, Berakhir Dibunuh Kartel Narkoba