Mancing Kuy!

Inggris vs Argentina: Duel ‘Tangan Tuhan’ Messi vs ‘Kaki Dewa’ Kane

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal

Piala Dunia 2026

. Tangan Tuhan akan berpihak ke siapa dalam laga ini?

Pertarungan Inggris versus Argentina sudah terjadi 14 kali. Lima di antaranya terjadi di Piala Dunia. Namun wakil Eropa jauh lebih unggul dari kubu Amerika Selatan.

Inggris menang enam kali dan Argentina tiga kali, lalu lima laga lainnya berakhir imbang. Kendati demikian, kemenangan Argentina atas Inggris, salah satu laga paling dikenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gol ‘Tangan Tuhan’ Diego Maradona mewarnai duel Inggris kontra Argentina di Piala Dunia 1986. Ini sekaligus jadi satu-satunya kemenangan Argentina terhadap Inggris dalam waktu normal 90 menit.

Ketika berjumpa lagi pada Piala Dunia 1998, Argentina menang lewat adu penalti. Setelah itu Argentina belum menang lagi. Inggris selalu jadi momok bagi La Albiceleste.

Ketika berjumpa dalam laga persahabatan pada 2000, Piala Dunia 2002, dan ekshibisi pada 2005, Inggris lebih digdaya. Kini, setelah 21 tahun, kedua kubu kembali bersua.

Satu hal yang jadi pemikat dari Inggris versus Argentina, tentu saja Lionel Messi. Ini akan jadi laga pertama La Pulga saat berjumpa dengan pasukan Tiga Singa.

Saat berduel pada 2005, pemain 39 tahun ini tak berada di dalam skuad Argentina, meski sudah mencatatkan debut bersama tim nasional sejak tiga bulan sebelumnya.

Messi diharapkan jadi pembeda. Usia boleh sudah hampir 40 tahun, tapi magis pemilik delapan Ballon d’Or itu belum sirna. Justru di Piala Dunia 2026 ini sinarnya makin menyala.

Messi sudah mempersembahkan delapan gol dalam Piala Dunia 2026. Ini jumlah gol terbanyak Si Kutu dalam satu edisi Piala Dunia, dari enam edisi yang diikutinya.

Torehan gol Messi sangat mungkin bertambah. Eks bintang Barcelona itu bisa saja membawa Argentina mengakhiri paceklik kemenangan selama 40 tahun atas Inggris.

Mampukah Messi melakukannya? Atau justru Inggris memperpanjang rapor buruk Argentina saat bentrok di Stadion Atlanta pada Rabu (15/7) atau Kamis (16/7) dini hari WIB?

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Argentina punya segudang stok penjebol gawang lawan. Inggris tak boleh hanya terpaku pada Lionel Messi pada semifinal

Piala Dunia 2026

.

Sang juara bertahan merupakan semifinalis paling produktif, sekaligus punya jumlah pencetak gol terbanyak. La Scaloneta sudah mengemas 16 gol dari delapan pemain berbeda.

Sedangkan Inggris merupakan tim dengan individu pendulang gol paling sedikit. Hanya tiga nama, yakni Jude Bellingham (6 gol), Harry Kane (6 gol), dan Marcus Rashford (1 gol).

Namun, dengan akumulasi 13 gol dalam enam laga, tak serta-merta membuat Inggris paling irit membobol lawan. Ada Spanyol sebagai semifinalis dengan jumlah gol paling minim, 11.

Sedikitnya jumlah pencetak gol jadi evaluasi bagi Thomas Tuchel. Juru taktik asal Jerman itu perlu mencari alternatif karena tiga mesin gol Three Lions akan dijaga ketat lawan.

Tuchel bisa memantapkan Declan Rice sebagai pilihan utama skema bola mati. Pemain Arsenal itu sudah bugar dari muntaber, sehingga Inggris bisa memainkannya sejak menit pertama.

Dua pemain sayap andalan Inggris lainnya, Anthony Gordon dan Bukayo Saka, juga bisa dipoles lebih klinis. Keduanya bisa jadi pemecah kebuntuan dengan ragam tusukan.

Pertahanan Inggris juga dalam status awas. Lini pertahanan Inggris lampu kuning karena Jarell Quansah masih kena sanksi kartu merah dan Reece James belum prima 100 persen.

Sektor bek kanan kemungkinan bakal ditempati Djed Spence atau Ezri Konsa. Lini belakang Inggris mesti kerja ekstrakeras karena Argentina bakal tampil tanpa masalah berarti.

Inggris harus mewaspadai gerakan tanpa bola pemain Argentina. Pasalnya, Messi bukan hanya berperan sebagai eksekutor peluang, namun juga otak dari serangan itu sendiri.

Selain mencetak delapan gol, Messi membukukan dua assist. La Pulga juga membukukan 42 umpan sukses di final third, sekaligus jadi jumlah tertinggi hingga semifinal Piala Dunia 2026.

Harry Kane dan kawan-kawan bisa belajar dari Cape Verde, Mesir, dan Swiss. Jika cara itu jitu penyelesaian lebih klinis, laga syarat gengsi ini bisa menjadi milik Inggris.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Add

as a preferred

source on Google

Argentina Bukan Cuma Messi, Inggris Mesti Lebih Presisi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: FOTO: Jakarta Menari Bersama Dunia

Baca lagi: Kala Zine Lagi Naik Daun di Jepang, ‘AI Tak Akan Bisa Menirunya’

Baca lagi: KWP dan BNI Salurkan 2.000 Paket Alat Tulis Jelang Tahun Ajaran Baru

Exit mobile version