
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Timnas Indonesia
butuh kemenangan demi menyambung aa lolos ke semifinal
Piala AFF 2026
. Menghadapi Timor Leste dengan rotasi, bisakah tiga poin dipetik dari Chonburi?
Perjuangan skuad Garuda berlanjut ke Negeri Gajah Putih. Indonesia tandang ke Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7) sebagai ‘markas’ Timor Leste. Poin penuh mestinya bisa diamankan.
Indonesia dan Timor Leste sudah berjumpa sejak 2010, sebanyak empat kali pada ajang resmi. Dari catatan pertemuan, tim Merah Putih unggul dengan menyapu bersih kemenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rekam jejak, Timor Leste bukan ancaman berarti bagi Indonesia. Sepak terjang pasukan O Sol Nascente di Piala AFF 2026 juga belum meyakinkan, dua kali menelan kekalahan.
Tapi kejutan tetap bisa terjadi dalam sepak bola. Kini tim asuhan Ze Pedro itu diperkuat sederet pemain diaspora. Dari 26 daftar pemain, 14 di antaranya berkarier di luar negeri.
Bukan tak mungkin Indonesia bisa jadi korban pertama ditumbangkan Timor Leste di Piala AFF 2026. Pasalnya semangat juang pemain Timor Leste selalu lebih besar saat jumpa Indonesia.
Rotasi tak presisi juga bisa jadi bumerang. Dalam hal ini, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman perlu memerhatikan betul-betul dengan pemilihan pemain yang dimainkan.
Pelatih asal Inggris itu perlu visioner dalam menatap pertandingan berikutnya, melawan Vietnam. Pada saat bersamaan, ambisi merebut kemenangan juga perlu bergelora. Di sinilah letak tantangannya.
Sejauh ini hanya Marselino Ferdinan dan Ragnar Oratmangoen masih diragukan berlaga. Lainnya, diproyeksikan prima untuk diberi tugas menumpas pasukan Timor Lorosae.
Duel kontra Timor Leste adalah kesempatan John Herdman untuk menurunkan pemain kurang jam terbang untuk berlaga. Masih banyak pemain belum dapat jatah waktunya.
Selain luar Ragnar, ada tujuh nama yang belum bermain, yakni Wahyu Prasetyo, Jordi Amat, Cahya Supriadi, Rizky Eka Pratama, Rayhan Hannan, dan Tim Geypens. Rotasi bisa jadi langkah bijak.
Duel lawan Timor Leste juga jadi kesempatan Herdman menerapkan pendekatan baru. Mantan pelatih timnas Kanada itu selalu menghadirkan kejutan.Namun, akankah berakhir sesuai rencana?
Baca analisis lanjutannya di halaman berikutnya >>>
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Menampilkan lapis kedua
Timnas Indonesia
bisa menjadi opsi John Herdman dalam upaya merebut kemenangan di laga kedua
Piala AFF 2026
.
Namun Timnas Indonesia juga perlu melihat aspek lain dari sekadar memetik poin tiga.Regulasi Piala AFF 2026 menerapkan selisih gol sebagai salah satu kriteria menentukan posisi tim di klasemen.
Artinya, setiap kubu perlu mencetak gol sebanyak-banyaknya sekaligus mencegah kebobolan agar bisa berada di lebih tinggi dari tim lainnya jika nantinya punya jumlah poin sama.
Situasi ini sedang terjadi di Grup A. Vietnam dan Indonesia sama-sama mengantongi tiga angka. Namun tim Garuda bertengger di posisi lebih rendah dari The Golden Stars karena tertinggal selisih gol.
Vietnam menjadikan laga kontra Timor Leste sebagai panen raya. Pesta 7-0 membuat armada Kim Sang Sik ini untuk sementara lebih tinggi dari Indonesia setelah meraih kemenangan 5-1 atas Kamboja.
Karena itu, kalaupun Herdman ingin rotasi, maka perlu dilakukan dengan perhitungan cermat. Laga kontra Kamboja bisa jadi tolok ukur pemain mana saja yang mampu menjawab kepercayaan.
Kombinasi pemain matang pada laga sebelumnya plus sosok anyar pada pertandingan kedua layak dicoba. Lini belakang misalnya, memainkan Wahyu Prasetyo sejak menit awal bisa dilakukan.
Untuk sektor tengah, variasi menempatkan pemain sayap sebagai jangkar bisa diterapkan. Pemain dengan fleksibilitas tinggi seperti Dony Tri Pamungkas dan Jordi Amat pantas dicoba.
Sementara di sisi sayap, Herdman punya stok melimpah. Bahkan Sandy Walsh dan Shayne Pattynama juga bisa mendampingi Rizky Ridho di pos bek tengah, meski berposisi asli condong melebar.
Masih ada Rizky Eka Pratama, Rayhan Hannan, dan Tim Geypens yang dapat dimaksimalkan untuk sektor flank. Tinggal Herdman menyusun sedemikian rupa kebutuhan gaya permainannya.
Begitu pula di lini depan. Jens Raven perlu diuji ketajamannya sejak menit pertama, selain Mitchell Baker sebagai pilar utama.Pada satu sisi, ketajaman Mitchell belum saatnya pula disimpan.
Variasi strategi akan jadi ekspektasi publik saat menghadapi Timor Leste. Laga ini sekaligus ujian bagi Herdman dalam membawa gaya baru di Timnas Indonesia dalam meniti asa juara Asia Tenggara.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
Skuad Lapis Kedua Akankah Tetap Digdaya?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Sering Tak Disadari, Ini 5 Tanda Tubuh Kekurangan Protein
Baca lagi: BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga 2027, Simak Dampaknya
Baca lagi: Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi di Bawah Umur