Mancing Kuy!

Herdman Diingatkan Peta Jalan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

John Herdman

diingatkan pentingnya pengelolaan peta jalan

Timnas Indonesia

agar bisa memenuhi target lolos ke

Piala Dunia 2030

.

Saat ini skuad Timnas Indonesia dihuni pemain dengan kaya latar belakang. Selain pemain lokal dari beragam suku dan etnis, tim Merah Putih juga diperkuat banyak diaspora.

Manajemen perbedaan budaya dianggap kunci penting dalam pembentukan identitas permainan solid Timnas Indonesia di bawah kendali pelatih asal Inggris, John Herdman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima mengapresiasi pendekatan awal John Herdman. Eks pelatih Kanada ini dinilai berada di jalan yang benar mengenai sosio-kultural Timnas Indonesia.

“Ada statement dari John Herdman yang selalu bilang bahwa beliau ingin belajar sosial budaya, kultur, dan keberagaman. Itu menjadi kekuatan,” kata Supriyono kepada Mancing Kuy Indonesia, Rabu (22/7).

“Artinya, ketika berbicara Tim Nasional itu kan enggak cuma Persija, PSIS, atau Persib, tapi bagaimana budaya Bandung, Papua, dan kultur lainnya bisa menjadi satu kekuatan.”

Supriyono menilai pemahaman nilai-nilai budaya akan berdampak langsung pada lahirnya karakter di lapangan. Jika digabung dengan rekam jejak Herdman, ini bisa menjadi kekuatan.

Supriyono mengingatkan, dalam rentang menuju 2030, rangkaian agenda seperti Piala AFF hingga Kualifikasi Piala Asia harus dimaksimalkan untuk menguji chemistry serta adaptasi taktik.

“Ajang mendatang jadi momentum membangun chemistry. Sejauh mana sistem dan intensitasnya bisa teraplikasikan akan merefleksikan kesiapan tim menuju 2030,” ujar pemain Indonesia Primavera ini.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(afr/abs/rhr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Piala Presiden: Fisik Pemain Persib Siap untuk Ladeni Arema

Baca lagi: Jelang Puncak Kemarau, Wilayah Ini Tak Dapat Hujan Lebih dari 2 Bulan

Baca lagi: Mengapa Tinggal di Pinggiran Kota Kini Jadi Gaya Hidup Baru?

Exit mobile version