
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Swiss baru saja mengulang kisah 72 tahun, lolos ke perempat final
Piala Dunia 2026
, sama seperti edisi 1954. Ada asa mengukir sejarah baru, tetapi lawan selanjutnya Argentina.
Duel Argentina versus Swiss akan berlangsung di Stadion Kansas City, Sabtu (11/7) atau Minggu (12/7) WIB. Terang saja Swiss tidak diunggulkan, sebab yang dihadapi adalah juara bertahan.
Namun, bagi Granit Xhaka, itu bukan persoalan. Sebaliknya ini tantangan bagi Swiss untuk membuktikan bahwa negeri yang diapit Pegunungan Alpen dan Jura ini bisa berbuah lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya pikir generasi yang kami miliki sekarang ini adalah generasi yang istimewa. Semoga suatu hari nanti kami akan melihat generasi seperti ini lagi,” kata Xhaka dilanisr dari
FIFA
.
Pernyataan Xhaka ini bukan tanpa alasan. Swiss lolos ke babak 16 besar dalam empat edisi beruntun, sejak 2014. Pada edisi ada kans mencapai titik baru, dan itu bukan hal mustahil.
“Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, didorong oleh para pemain yang lebih muda, dan pada saat yang sama kami harus memberi contoh setiap hari dan setiap pertandingan.”
“Tentu saja, kami mencoba untuk meneruskan pengalaman kami, tetapi yang terpenting adalah mentalitas bahwa, bahkan sebagai negara kecil, apa pun mungkin terjadi di level ini,” ujar Xhaka.
Saat ini Swiss ditangani pelatih asal Turki, Murat Yakin. Pria 51 tahun ini sudah menangani Swiss sejak 2021. Sepanjang 2025 dan 2026, dari 15 laga, Swiss hanya sekali kalah, yakni dari Jerman.
Jika tidak menang, Swiss selalu bisa membuat lawan kesulitan mencetak gol. Pertahanan jadi kekuatan. Hal sama yang kemungkinan dijadikan andalan saat melawan Argentina.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(abs/jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Kasus Sekdin Bangkalan, Erlan Juga Banyak Dicari Orang Kasus Penipuan
Baca lagi: Kewajiban Pilah Sampah di Jakarta, Apa yang Kurang?
Baca lagi: Detik-detik Ledakan Bom Dekat Hotel Macron Menginap di Suriah