Mancing Kuy!

Bos Honda Lihat Hal Positif dari Hasil Practice Moto3 Ceko 2026

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama melihat aspek positif dari hasil

Practice

Moto3 Ceko 2026 torehan

Veda Ega Pratama

dan Zen Mitani.

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama menyelesaikan sesi latihan bebas di Sirkuit Brno pada posisi ke-15, sedangkan Zen Mitani di tempat ke-20.

“Kami mendapat cuaca baik sepanjang hari dan bisa menyelesaikan rencana kerja. Waktu lap begitu ketat dan ini jadi awal positif untuk kedua pembalap pada momen pertama mereka di Brno,” kata Hiroshi Aoyama dalam keterangan tertulis Honda Team Asia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aoyama berpendapat, tantangan besar dihadapi oleh Veda Ega dan Zen Mitami karena baru pertama kali mengaspal di sirkuit sepanjang 5,4 kilometer itu. Karenanya, catatan waktu sengit dipandang sebagai perolehan menjanjikan.

“Ini adalah sirkuit besar dengan karakteristik berbeda. Mereka butuh banyak lap untuk memahami trek. Ada banyak hal untuk dipelajari terutama soal garis balapan dan cara mereka meningkatkan waktu lap,” ujar Aoyama.

Lebih lanjut, Aoyama menyatakan fokus tim adalah ke rangkaian balapan berikutnya yaitu

Free Practice

2 (FP2) dan kualifikasi. Ia ingin Veda Ega Pratama dan Zen Mitani melesat di dua sesi tersebut.

“Kami harus lebih fokus pada kecepatan terutama di balapan dan meningkatkan kepercayaan diri pembalap. Detil kecil akan sangat penting karena level ini sangat tinggi. Jika kami bisa melangkah ke depan, kami bisa berada di posisi lebih baik pada kualifikasi,” ucapnya.

Jadwal

Free Practice

(FP2) Moto3 2026 berlangsung Sabtu (20/6) pukul 13.40 WIB, sedangkan jadwal Kualifikasi 1 (Q1) bergulir pada pukul 17.45 WIB dan Kualifikasi 2 (Q2) pada pukul 18.10 WIB.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(ikw/wiw)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: FOTO: Memborong Jajanan Jakarta Fair Pakai Koper hingga Karung

Baca lagi: Mulai 1 Juli, Registrasi SIM Card HP Wajib Verifikasi Wajah

Baca lagi: Usia Produktif Dominasi Kasus DBD, Waspada Risiko Komplikasi

Exit mobile version