
Bandung, Mancing Kuy Indonesia
—
Pemain anyar Gabriel Mutombo buka-bukaan soal keputusannya bergabung dengan
Persib Bandung
. Bek asal Prancis ini bahkan merasakan kebahagiaan meski belum lama menjalani latihan bersama Maung Bandung.
“Sangat bagus. Intensitasnya bagus, semua pemain bagus dan ruang ganti (suasananya) seperti satu keluarga. Jadi, ini sangat bagus untuk masa depan, untuk musim ini,” ungkap Mutombo usai menjalani latihan di lapangan pendamping Stadion GBLA, Jumat (17/7).
Pemain yang sebelumnya bermain di Liga Thailand bersama Ratchaburi FC ini mengaku sudah mengetahui Persib sejak lama. Menurutnya, tim asal Bandung ini merupakan klub terbaik di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dan ketika mereka memanggil saya, saya tidak bisa berkata tidak. Sulit untuk mengatakan tidak,” ungkapnya.
Pemain yang akrab disapa Gabi ini pun mengaku sempat berkomunikasi dengan dua mantan pemain Persib yakni Layvin Kurzawa dan Andrew Jung yang sama-sama berasal dari Prancis.
“Ya, saya sempat bicara dengan mereka, mungkin satu atau dua minggu sebelum saya datang ke sini. Dan mereka hanya menceritakan hal-hal baik tentang klub ini kepada saya,” tuturnya.
Tidak hanya klub, Gabi juga mengaku mengetahui soal suporter dari Persib Bandung ini. Menurutnya, suporter yang kerap disapa Bobotoh ini bagus.
“Suporternya bagus. Bagus untuk klub, untuk pemain, karena terkadang kami perlu sedikit dorongan dari suporter untuk tampil lebih baik di lapangan,” katanya.
Gabi memberikan kesan khusus soal suasana Bandung di tengah kondisi lalu lintasnya sangat padat.
“Tapi, ini kota yang bagus. Di sini ada mal, ada beberapa tempat kopi dan restoran, jadi tidak apa-apa, semuanya bagus,”
“Cuacanya terlihat seperti Paris. Ah, ya. Mirip, ya, dengan Paris,” kata Gabi.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(csr/dal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Sinopsis The East Palace, Kutukan Roh Jahat di Jantung Istana
Baca lagi: Pimpinan DPRD Jabar Tolak Wacana SPP SMA-SMK Negeri Diaktifkan Lagi
Baca lagi: Pemerintah Siapkan Perpres hingga Etika AI