Mancing Kuy!

Apa itu FIFA Forward Enterprise yang Tuai Badai Penolakan?

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Program FIFA Forward Enterprise (FFE) menuai banyak penolakan karena ditengarai ‘menjual’ kompetisi seperti

Piala Dunia

. Apa itu FIFA Forward Enterprise?

Berdasarkan situs FIFA, FFE adalah badan bentukan sekaligus dimiliki oleh FIFA itu sendiri. Fungsinya adalah mengelola hak komersial, operasional turnamen, sekaligus mengelola sponsor, penyiaran, dan lisensi agenda FIFA.

FFE diproyeksikan meningkatkan potensi pendapatan. Setelah 211 anggota Asosiasi Sepak Bola, FFE akan segera dibentuk dengan struktur yang benar-benar baru dan bertanggungjawab ke Badan Direktur FIFA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dalam perencanaan, aspek pengundang polemik adalah komposisi saham dari FFE itu sendiri. Sebab swasta dapat memiliki saham minoritas FFE.

Pasalnya, FFE berisi setidaknya 80 persen saham dipegang oleh FIFA. Sedangkan maksimal 20 persen sisanya akan dilepas ke pihak swasta. Kemungkinan dipegang oleh swasta inilah yang dianggap berpotensi mengundang persoalan di kemudian hari.

Di satu sisi, FFE menawarkan iming-iming kucuran dana besar. Pendapatan setiap Asosiasi Sepak Bola anggota bisa meningkat dari US$8 juta (Rp144,4 miliar) pada periode 2023-2026 menjadi US$20 juta (Rp361,2 miliar) pada 2027-2030.

Rencana FIFA terhadap FFE masih dalam tahap konsultasi yang dimulai pada Selasa (28/7) hingga 19 September 2026. FIFA mengirim surat edaran kepada 211 Asosiasi Sepak Bola anggota di seluruh dunia.

Selama periode konsultasi, Asosiasi Sepak Bola wajib memberi jawaban hingga tenggat pada 19 September. Jika hasil pemungutan suara sudah ditetapkan, maka implementasi bakal dijajaki pada Oktober 2026 dan FFE efektif beroperasi pada 1 Oktober 2027.

Sejauh ini, ragam reaksi sudah menguar ke permukaan. Konfederasi seperti UEFA, CONCACAF dan AFC tegas menolak rencana ini.

Lantaran gayung tak bersambut dengan baik, Presiden FIFA Gianni Infantino lalu menyatakan bahwa proposal yang berisi ide penjualan saham untuk mengelola kompetisi FIFA termasuk Piala Dunia akhirnya dibatalkan.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(ikw/ikw/jun)

Baca lagi: IKD Kemendagri Raih Penghargaan Top Public Service Application

Baca lagi: Pertamina Andalkan Terminal Tanjung Sekong Jaga Pasokan LPG Nasional

Baca lagi: Kasus Kepsek Larang Siswi di Tana Toraja Pakai Jilbab Berakhir Damai

Exit mobile version