
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Thomas Tuchel sejauh ini dipastikan aman dari ancaman pemecatan meski gagal membawa
Timnas Inggris
melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026.
Taktik manajer asal Jerman itu mendapat sorotan tajam dan hujan kritik menyusul kekalahan tragis 1-2 dari Argentina di babak semifinal pada Rabu (15/7) malam waktu setempat atau Senin (16/7) dini hari WIB.
Anthony Gordon sejatinya sempat membawa
The Three Lions
pada menit ke-55, yang membuka asa merengkuh tiket final pertama sejak 1966. Namun, keputusan Tuchel yang melakukan pergantian pemain terlalu defensif justru menjadi bumerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argentina leluasa membangun momentum hingga akhirnya sukses menyarangkan dua gol telat untuk membalikkan keadaan yang sekaligus menghancurkan hati publik Inggris.
Melansir
Standard
, kendati dihujani kritik, Tuchel dipastikan tidak akan dilengserkan dari kursi kepelatihan. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) masih memberikan dukungan penuh dan mempertahankan Tuchel sebagai nakhoda Timnas Inggris setidaknya hingga ajang Euro 2028 mendatang.
FA diketahui telah menyodorkan perpanjangan kontrak kepada Tuchel sesaat sebelum putaran final Piala Dunia bergulir. Langkah ini diambil untuk mengamankan jasa sang pelatih hingga Euro atau Kejuaraan Eropa berikutnya, di mana Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia akan bertindak sebagai tuan rumah bersama.
Meski posisi Tuchel aman, kesepakatan baru tersebut kabarnya memuat klausul khusus terkait performa tim. Klausul ini memungkinkan pihak FA untuk memotong nilai kompensasi apabila sang manajer kembali gagal memenuhi target yang telah ditetapkan di masa depan.
Usai menelan kekalahan menyakitkan di Stadion Atlanta, skuad
The Three Lions
langsung terbang kembali ke markas latihan mereka di Kansas City. Setibanya di sana, Kepala Eksekutif (CEO) FA, Mark Bullingham, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tuchel dan seluruh staf.
“Sangat menyayat hati saat menyadari kita sudah berada begitu dekat [dengan final]. Para pemain dan Thomas telah memberikan segalanya hari ini, dan seluruh skuad, pelatih, serta staf tidak mungkin bekerja lebih keras lagi sepanjang turnamen ini,” ujar Bullingham.
“Saya ingin berterima kasih kepada mereka semua, dan juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penggemar kami yang luar biasa, baik yang hadir di AS maupun di rumah. Kami merasakan dukungan Anda di setiap langkah, dan kami semua sangat kecewa karena tidak bisa melangkah lebih jauh,” tuturnya.
Perjuangan Harry Kane dan kolega di Amerika Serikat belum sepenuhnya usai. Inggris masih menyisakan satu laga pelipur lara untuk memperebutkan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Prancis yang akan dihelat di Miami pada Sabtu (18/7) mendatang waktu setempat.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(wiw/sry)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: BPH Migas Temukan Anomali QR Code saat Beli BBM Subsidi
Baca lagi: Demi Syarat Oscar, Avatar Aang Tayang Terbatas di Bioskop
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia



2 Responses
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://kldp.org/comment/352302, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://kldp.org/comment/259043 siapa tau ngebantu.