
Jakarta, Mancing Kuy Indonesia
—
Kekalahan di Piala Dunia 2026 tidak melunturkan sedikit pun rasa bangga rakyat
Cape Verde
. Skuad berjuluk Tubaroes Azuis disambut bak pahlawan yang memenangi perang besar saat tiba di ibu kota Praia, Minggu (5/7).
Suasana haru dan bangga terasa lebih magis karena bertepatan dengan momen bersejarah nasional. Sambutan luar biasa masyarakat setempat menyatu dengan perayaan Hari Kemerdekaan Cape Verde yang jatuh tepat pada tanggal 5 Juli.
Langkah gemilang Cape Verde di putaran final gempita bola dunia sukses menyihir pencinta sepakbola sejagat. Bergabung di grup H bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Uruguay, anak asuh Bubista secara mengejutkan mencatat rekor tak terkalahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin sang arsitek, Bubista yang berhasil meramu strategi brilian. Taktik jitu pelatih bernama lengkap Pedro Leitao Brito sukses menyulap negara kepulauan kecil di Afrika Barat menjadi kuda hitam sungguhan di panggung dunia.
Selain kolektivitas tim, sorotan utama juga tertuju pada aksi heroik di bawah mistar gawang. Penampilan sensasional kiper gaek Vozinha berulang kali menyelamatkan tim lewat berbagaisavekrusial.
Langkah Cape Verde baru terhenti di babak gugur setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-3 dari Argentina. Kendati harus tersingkir, perjuangan mati-matian Hiu Biru menuai apresiasi serta rasa hormat luar biasa.
Dalam laga tersebut, Cape Verde bahkan sempat mengejutkan dunia dengan memberikan perlawanan sengit. Apalagi, bek kiri Sidny Lopes Cabral mampu melesakkan gol cantik yang merobek jala gawang Emiliano Martinez.
Melihat perjuangan Cape Verde, tak heran jika kerumunan suporter fanatik memenuhi bandara tempat kepulangan Vozinha dan kolega. Bahkan, beberapa petugas bandara sampai membungkuk hormat kala skuad Cape Verde baru mendarat di landasan pacu.
Bagi rakyat Cape Verde, aksi timnasnya di Piala Dunia telah menjadi kado terindah dalam perayaan kemerdekaan ke-51. Sebagai informasi, Cape Verde resmi mendeklarasikan kemerdekaannya tepat pada 5 Juli 1975.
[Gambas:Video Mancing Kuy]
(afr/jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Guimaraes soal Norwegia: Mereka Jangkung-jangkung, Suka Umpan Silang
Baca lagi: Pemerintah Masih Susun Skenario Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG

