Pelatih Inggris Bahas Keangkeran Stadion Azteca dan Teror Fans Meksiko

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Pelatih

Timnas Inggris

, Thomas Tuchel, menyebut adalah hal yang “mustahil” bagi tim asuhannya untuk bisa beradaptasi dengan ketinggian geografis Mexico City menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra tuan rumah Meksiko, Minggu (5/7) mendatang.

Pernyataan tersebut dilontarkan Tuchel sesaat setelah Inggris memastikan kelolosan secara dramatis dengan menumbangkan DR Kongo 2-1 pada laga babak 32 besar di Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (2/7) dini hari WIB.

Inggris sempat dikejutkan oleh gol cepat pemain RD Kongo, Brian Cipenga, pada menit ketujuh. Namun, kapten Harry Kane kembali tampil sebagai juru selamat lewat borongan dua golnya di 15 menit terakhir pertandingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tambahan dua gol ini membuat Kane telah mengemas lima gol di Piala Dunia 2026. Secara total, Kane kini telah mengoleksi 13 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia, resmi melewati rekor legenda Brasil, Pelé (12 gol).

Meksiko memiliki keuntungan besar karena telah memainkan tiga dari empat laga mereka di Stadion Azteca, yang terletak sekitar 2.240 meter (7.220 kaki) di atas permukaan laut. Di sisi lain, Inggris memilih bermarkas di Kansas City dan harus terbang ke setiap lokasi pertandingan.

Sesuai jadwal, skuad

The Three Lions

akan kembali ke Kansas sebelum bertolak ke Mexico City pada Jumat (3/7) sore. Waktu yang mepet ini dinilai Tuchel tidak akan cukup bagi fisik manusia untuk menyesuaikan diri dengan tipisnya kadar oksigen di dataran tinggi.

“Ketinggian tentu saja akan menjadi kerugian besar bagi kami, karena secara fisik kami tidak bisa beradaptasi hanya dalam waktu empat hari. Itu hal yang mustahil,” ujar Tuchel, seperti dilansir

ESPN

.

“Kami akan bermain melawan Meksiko di Stadion Azteca, dan akan ada banyak sekali rintangan yang menunggu kami di sana. Namun, kami siap untuk itu. Kami sekarang memiliki modal mental yang kuat untuk percaya bahwa ketika situasi menjadi sulit, kami akan mampu menemukan jawabannya,” jelas pelatih asal Jerman ini.

Selain faktor alam, Tuchel juga menyoroti potensi “teror” non-teknis dari suporter fanatik Meksiko. Sebagai catatan, timnas Ekuador sebelumnya sempat mengajukan komplain resmi ke FIFA setelah hotel tempat mereka menginap diganggu oleh pesta kembang api semalam suntuk sebelum mereka didepak Meksiko 0-2.

Tuchel pun mengaku sudah mengantisipasi jika hal serupa menimpa anak-anak asuhannya ketika berada di Mexico City untuk melawan tuan rumah Meksiko.

“Saya tidak yakin apakah perjalanan kami akan mulus, apakah tidur kami akan nyenyak, atau apakah akan ada kebisingan di luar hotel nanti. Tapi saya katakan: OK, bawa saja semua teror itu. Ini adalah pertandingan yang sangat indah dan menarik. Akan ada banyak rintangan, tetapi tim ini akan siap melakukan apa pun yang diperlukan,” tegas Tuchel.

Tuchel juga menambahkan bahwa setidaknya skuad Inggris sudah terbiasa dengan iklim panas benua Amerika Utara karena telah menjalani pemusatan latihan sejak awal di Florida, Amerika Serikat.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(wiw/jal)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Wanita di Jateng Diduga Disekap Polisi hingga Disiram Air Keras

Baca lagi: Angelina Jolie Ngaku Tak Pernah Berkencan sejak Pisah dari Brad Pitt

Baca lagi: Pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah pada 11 Juli Batal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: