Cegah Proyek Mangkrak, Menpora Tegaskan Tak Ada Venue Baru di PON XXII

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga (

Menpora

), Erick Thohir, menegaskan pemerintah tidak akan membangun infrastruktur olahraga baru dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebijakan ini diambil demi mengantisipasi pemborosan anggaran negara, sekaligus mencegah munculnya fasilitas olahraga terbengkalai seusai pesta olahraga tersebut berakhir.

Langkah ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti banyaknya fasilitas olahraga pasca-PON di berbagai daerah yang kini tidak terawat. Pemerintah ingin memastikan pembangunan sarana olahraga berorientasi pada asas kemanfaatan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sesuai dengan direktif Bapak Presiden, tidak ada pembangunan venue baru dalam pelaksanaan PON kali ini. Selama ini sudah banyak pembangunan venue untuk PON yang akhirnya tidak dipakai di kemudian hari, sehingga memicu pemborosan,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).

“Bahkan, jika kita meninjau ke berbagai daerah, banyak sekali objek venue olahraga yang mangkrak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Oleh karena itu, kita harus memetakan kesiapan pendanaan di daerah dan menyinkronkannya dengan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Erick menambahkan fokus utama saat ini adalah pemetaan kelayakan fasilitas olahraga yang sudah tersedia di wilayah tuan rumah. Apabila diperlukan, pemerintah hanya akan mengalokasikan anggaran untuk proses perbaikan fasilitas yang sudah ada agar layak digunakan.

Untuk menyiasati keterbatasan fasilitas, Kemenpora dan KONI sepakat untuk menggandeng DKI Jakarta sebagai daerah penyangga. Ini bertujuan untuk menampung sejumlah cabor yang belum bisa diakomodasi oleh wilayah NTB dan NTT.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman menjelaskan cabor yang fasilitasnya belum siap di NTB dan NTT akan dialihkan ke Jakarta. Pihaknya mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang bersedia memfasilitasi jalannya sejumlah pertandingan tersebut.

“Dengan adanya kebijakan tidak membangun venue baru, kita akan mengoptimalkan wilayah NTT dan NTB yang fasilitasnya memang sudah siap. Sementara untuk cabang olahraga yang tidak siap, pertandingannya akan kita laksanakan di Jakarta,” kata Marciano Norman.

“Kami berterima kasih kepada Gubernur Jakarta yang bersedia menjadi daerah penyangga penyelenggaraan PON XXII 2028 ini. Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan juga sudah diterbitkan oleh Menpora sehingga seluruh pihak bisa bergerak cepat,” imbuhnya.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(afk/wiw)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Agenda Timnas Indonesia di Bulan Juli 2026: Jadwal Garuda Padat

Baca lagi: Rupiah Rontok ke Rp17.949 per Dolar AS Sore Ini

Baca lagi: OJK Perluas Pembiayaan Berkelanjutan RI demi Sokong Transisi Energi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: