4 Kakak Beradik Bela Negara Berbeda di Piala Dunia 2026

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Piala Dunia 2026

akan berlangsung menarik, salah satunya karena ada sejumlah kakak beradik yang membela negara yang berbeda.

Piala Dunia 2026 akan segera dimulai dengan 48 negara bakal bersaing merebut trofi juara. Menariknya, di antara negara peserta ada pemain yang punya ikatan darah tetapi membela negara yang berbeda.

Berikut empat kakak-beradik yang membela negara berbeda di Piala Dunia 2026:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Desire Doue (Prancis) Guela Doue (Pantai Gading)

Desire Doue dan Guela Doue menempuh jalan yang berbeda di Piala Dunia 2026. Desire yang lebih terkenal sudah mendapat panggilan memperkuat Prancis sejak timnas kelompok umur.

Karier Doue pun terbilang moncer dan kini jadi salah satu bintang muda yang menyita banyak perhatian.

Sebaliknya, Guela juga punya karier bagus dengan jadi pilihan utama di Rennes dan Strasbourg. Namun Guela tidak bisa menembus timnas Prancis dan menerima panggilan dari timnas kelompok umur Pantai Gading, negara tempat sang ayah berasal. Kiprag Guela terus berlanjut hingga ia kini jadi pilihan tetap timnas Pantai Gading.

2. Nico Williams (Spanyol) dan Inaki Williams (Ghana)

Seperti halnya Doue bersaudara, Williams bersaudara punya kisah yang sama. Sang adik, Nico lebih tenar dibanding sang kakak, Inaki.

Nico Williams sudah bisa mencuri perhatian sejak usia belasan karena bisa menembus tim inti Athletic Bilbao dengan cepat. Namun yang harus diingat, keberhasilan Nico juga tak lepas dari kerja keras Inaki.

Inaki lah yang merintis jalan keluarga tersebut sehingga Nico punya gambaran tentang masa depan sebagai pesepakbola. Nico pun terus jadi pilihan reguler sejak timnas kelompok umur.

Inaki sendiri sempat satu kali dipanggil timnas Spanyol. Namun setelah menjalani debut melawan Bosnia di 2016, Inaki tak mendapat kesempatan lagi. Pada akhirnya ia mengutarakan bersedia membela Ghana, tempat asal orang tua mereka dan mendapat panggilan dari Ghana sejak 2022.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

3. John Souttar (Skotlandia) dan Harry Souttar (Australia)

John dan Souttar sama-sama lahir dan tumbuh di Skotlandia. Mereka juga meniti karier sepak bola di sana. Keduanya juga sama-sama mendapat panggilan membela timnas Skotlandia di kategori kelompok umur.

John yang lebih tua dua tahun dari Harry mendapat panggilan dari timnas Skotlandia. Harry yang tak mendapat panggilan dari Skotlandia akhirnya mendapat tawaran membela Australia, tempat asal sang ibu.

Harry lalu jadi langganan tetap timnas Australia dan bahkan merasakan jadi kapten Australia.

4. Derrick Luckassen (Ghana) dan Brian Brobbey (Belanda)

Derrick Luckassen saat ini sudah berusia 30 tahun, lebih tua enam tahunn dari Brian Brobbey.

Luckassen pernah rutin mendapat panggilan timnas kelompok umur di Belanda di beberapa level, namun ia tidak bisa menembus timnas senior.

Di 2026, Luckassen memutuskan menerima panggilan Ghana. Sedangkan Brobbey menjalani karier yang lebih mulus. Ia bisa membela Belanda di kelompok umur dan mendapat panggilan masuk timnas senior sejak usia 21 tahun meskipun menit bermainnya masih terbatas seiring ketatnya persaingan yang ada.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Add

as a preferred

source on Google

Menanti Pertempuran Bersaudara di Lapangan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: IHSG Melesat 7,5 Persen Tutup Perdagangan Sore Ini

Baca lagi: Raffi Ahmad usai Disebut dalam Kasus Bea Cukai: Kamis Saya Klarifikasi

Baca lagi: FOTO: Momen Terakhir Tim Cook Pamit Sebagai CEO Apple di WWDC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: