Cerita Irwansyah Terjebak di Dubai Imbas Perang Iran vs AS-Israel

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Irwansyah

yang saat ini tengah menjadi pelatih Tim Bulu tangkis India sempat terjebak bersama P.V Sindhu di Dubai sebagai dampak perang Iran vs Amerika Serikat-Israel. Irwansyah merasakan kengerian dari jarak dekat.

Irwansyah berangkat bersama P.V Sindhu pada Sabtu (28/2) sekitar 10.25. Selain Irwansyah dan Sindhu, ada dua staf pelatih lainnya yang ikut serta sehingga total rombongan berjumlah empat orang.

Mereka tiba di Dubai, Uni Emirat Arab dengan kondisi belum mengetahui bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan ke Iran. Irwansyah dan rombongan tiba sekitar pukul 12.00 waktu Dubai dan bakal berangkat lagi menggunakan pesawat berikutnya menuju Inggris pada pukul 14.50.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu pengumuman

delay

penerbangan muncul. Dikabarkan

delay

penerbangan memakan waktu 3-4 jam. Namun kemudian yang terjadi, di layar informasi, diketahui bahwa semua penerbangan dibatalkan.

Irwansyah pun terkejut. “Ada Apa?” begitu yang ada di pikiran Irwansyah. Lalu ia mendapat informasi bahwa ini terkait persoalan politik. Setelah itu Irwansyah mendapatkan informasi bahwa ada serangan balasan dari Iran.

“Karena sudah lama menunggu di airport, penumpang diarahkan ke hotel. Nah ke hotel berarti harus keluar bandara. Sedangkan untuk keluar dari sana, saya tidak ada visa Dubai [Uni Emirat Arab]. Tapi akhirnya kemudian kami antre.”

“Kami ambil bagasi, lalu pas giliran saya, saya tak boleh keluar. Karena katanya nama saya, cuma satu nama saja. Saya kan tidak ada nama kedua atau ketiga. Nama saya cuma Irwansyah saja,” tutur Irwansyah pada Mancing KuyIndonesia.com.

Irwansyah sudah tahu peraturan itu saat ia mendampingi Anthony Ginting dan kawan-kawan ke Kejuaraan Asia 2023. Saat itu Irwansyah membubuhkan nama ayah dalam form visa. Kali ini, ia tidak melakukan itu karena rencana awal memang tidak ke Dubai.

“Saya bilang ini kan emergency, teman-teman saya sudah di luar. Tetap tidak bisa. Saya tetap tidak boleh keluar dari gate. Saya lalu diarahkan ke gate D8. Di sana juga ada beberapa orang penumpang tetapi tidak banyak,” kata Irwansyah.

Irwansyah lalu pergi ke tempat yang diminta. Ia duduk di kursi ruang tunggu. Lantaran kursi ruang tunggu memiliki sandaran tangan, ia tidak bisa mendapatkan posisi yang nyaman untuk memejamkan mata dan tidur.

Namun rasa lelah yang menghinggapi lantaran sudah terlalu lama berada di bandara membuat Irwansyah tertidur. Irwansyah hanya

‘tidur-tidur ayam’

alias tidak terlalu lelap dan pulas.

Dalam kondisi itulah, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Suara ledakan itu terdengar tidak jauh dari tempat ia berada. Di India, ia sering mendengar suara kembang api untuk sejumlah acara dan festival yang digelar. Namun kali ini suaranya lebih kencang.

“Wah ini bukan mercon, ini benar-benar kayak bom atau

drone

gitu kan. Gak tahulah saya apa itu jelasnya, tetapi banyak asap. Jadi semua panik. Orang-orang yang kerja di sana pun panik karena ledakan itu.”

“Memang dekat banget. Untungnya tidak mendarat di ruang tunggu. Jadi semuanya pada berlarian. Saya yang tadinya tidak boleh keluar, akhirnya bisa keluar. Karena kalau di dalam bahaya kan,” ujar Irwansyah.

Irwansyah lalu menaiki bus dan keluar dari bandara. Ada suara-suara ledakan yang terdengar di kejauhan.

“Waktu itu saya pikirannya, waduh ini emang benar-benar perang. Jadi gimana ini kamu mau berangkat ke All England. Sedangkan sekarang saya penerbangan dibatalkan. Sampai berapa lama, kami juga tidak tahu,” ucap Irwansyah.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Dalam suasana penuh ketegangan, komunikasi Irwansyah dengan Sindhu dan kawan-kawan terbilang tetap lancar. Irwansyah awalnya menginap di hotel yang berbeda. Namun Sindhu meminta Irwansyah untuk pindah ke hotel yang sama dengan ia dan dua staf pelatih lainnya.

“Sindhu itu memang sifatnya baik. Ia peduli dengan timnya. Akhirnya saya hanya satu malam di hotel yang berbeda lalu bergabung dengan Sindhu dan lainnya di hotel yang sama.”

“Sindhu kan juga termasuk sosok penting di India. Jadi saya juga berusaha untuk menjaga dia,” tutur Irwansyah.

Pada Selasa (3/3), Irwansyah diberitahu bahwa bakal ada pesawat yang terbang ke Bengaluru. Irwansyah tidak tahu, apakah pesawat itu berhubungan dengan kehadiran Sindhu yang masih terjebak di Dubai atau tidak. Pasalnya, saat itu jadwal penerbangan belum kembali normal.

Irwansyah awalnya mengaku lega. Namun ucapan dari seorang rekan membuatnya kembali khawatir.

“Dia bilang,’Ini kita terbang, sedangkan di bawahnya, kita gak aman. Maksudnya, di airport [tidak aman] sekarang kita di atas, apa gak lebih bahaya?’ Begitu kata dia.”

“Tadinya karena saya sudah mau pulang, sudah senang kan, ada pembicaraan itu jadi kepikiran lagi. Kalau di darat, kami masih bisa lari-lari, kalau di pesawat bagaimana?” ujar Irwansyah.

Irwansyah bersyukur kepada Allah bahwa perjalanan menuju Bengaluru lancar. Ia mengakui bahwa sempat ada kekecewaan batal ke All England lantaran merasa persiapan yang dilakukan bersama Sindhu sudah maksimal.

[Gambas:Photo Mancing Kuy]

“Memang ada rasa sayang karena persiapan sudah maksimal tapi kan yang terpenting keselamatan yang harus diutamakan. Awalnya kami rencana ikut All England dan Spain Masters. Tapi yang ke Spanyol juga kami batalkan karena dari kondisi mental, Sindhu juga sudah lelah.”

“Kini kami fokus untuk persiapan menuju Kejuaraan Asia,” tutur Irwansyah yang sudah kembali memimpin latihan pada Kamis (5/3).

Uni Emirat Arab terutama Dubai menjadi salah satu target serangan udara Iran. Sebab, Dubai menampung pangkalan militer Amerika Serikat, yang merupakan target utama serangan Iran.

Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer AS di negara Teluk Arab ini merupakan gempuran balasan atas serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Sebelum berangkat, kami tidak tahu ada berita itu [AS-Israel serang Iran]. Kalau kami tahu, pasti kami batalkan penerbangan kami dan cari rute lain untuk menuju All England,” tutur Irwansyah.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

Tegang Saat Perjalanan Pulang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Jadwal Buka Puasa Hari Ini Kamis 5 Maret 2026.

Baca lagi: TGKH M Zainuddin Abdul Madjid: Bapak Pembangun Banyak Madrasah-Masjid

Baca lagi: Lolos Hukuman Mati, ABK Fandi Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Sabu 2 Ton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: