Mancing Kuy!

6 Borok Nagelsmann yang Bikin Jerman Hancur di Piala Dunia 2026

Daftar Isi

1. Taktik tanpa DNA, posisi gagal Kimmich

2. Komposisi skuad tanpa bek kanan murni

3. Buat instruksi lewat Pesan WhatsApp, Ganti Neuer diam-diam

4. Janji palsu, kritik pemain di depan media

5. Kamp latihan membosankan

6. Kisruh fisioterapis selundupan

Jakarta, Mancing Kuy Indonesia

Kegagalan tim nasional (timnas)

Jerman

di

Piala Dunia 2026

berbuntut panjang. Tersingkirnya

Die Mannschaft

di babak 32 besar oleh Paraguay membuka kotak pandora terkait bobroknya situasi internal timnas di bawah asuhan Julian Nagelsmann. Berikut daftar bobroknya Nagelsmann pimpin Jerman di Piala Dunia 2026.

Laporan eksklusif dari

Sky Sport

Jerman

mengungkapkan daftar panjang kesalahan atau ‘dosa’ pelatih berusia 38 tahun tersebut. Mulai dari komunikasi yang buruk via WhatsApp (WA), suasana kamp latihan yang membosankan, hingga mosi tidak percaya para pemain terhadap tim medis bawaan sang pelatih.

Nagelsmann kini dilaporkan berada di ambang pemecatan oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Berikut adalah deretan borok internal Jerman di bawah asuhan Nagelsmann yang disebut memicu kehancuran mereka di Piala Dunia 2026:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Taktik tanpa DNA, posisi gagal Kimmich

Usai Toni Kroos pensiun setelah Euro 2024, Nagelsmann dinilai gagal total dalam membangun identitas permainan baru. Ia tidak mampu menemukan sosok jenderal lapangan tengah yang mampu mendikte tempo permainan. Salah satu keputusan paling kontroversial adalah tetap memplot Joshua Kimmich sebagai bek kanan.

Di lapangan, Kimmich justru kerap masuk ke tengah untuk membantu transisi, mengabaikan fungsinya sebagai motor serangan di sisi sayap kanan. Hal ini membuat Leroy Sane terisolasi di lini depan dan memudahkan bek lawan mengantisipasi skema ofensif Jerman.

“Yang paling mengejutkan saya adalah minimnya ide di lapangan. Saya merasa para pemain sendiri tidak tahu apa DNA permainan kami sebenarnya,” cetus mantan kapten Jerman, Ilkay Gundogan, dalam sebuah wawancara pasca-turnamen dengan MagentaTV.

2. Komposisi skuad tanpa bek kanan murni

Nagelsmann juga dinilai melakukan blunder fatal dalam penentuan pemain. Demi memaksakan eksperimen taktis Kimmich, ia sama sekali tidak membawa satu pun bek kanan murni ke laga piala dunia.

Alih-alih menyertakan pemain yang tengah naik daun dan bermain reguler seperti Yann-Aurel Bisseck atau Matthias Ginter untuk memperkuat opsi rotasi, Nagelsmann memilih abai. Akibatnya, saat strategi hibrida Kimmich mandek, Jerman tidak memiliki rencana cadangan di sektor tersebut.

3. Buat instruksi lewat Pesan WhatsApp, Ganti Neuer diam-diam

Salah satu friksi terbesar di internal skuad adalah gaya komunikasi Nagelsmann yang dinilai berjarak, kaku, dan cenderung arogan. Di belakang layar, para pemain mengeluhkan minimnya obrolan tatap muka secara personal.

Nagelsmann lebih sering memberikan instruksi atau pemberitahuan penting mengenai pemanggilan skuad hanya melalui pesan suara (

voice notes

) singkat di aplikasi WhatsApp.

Mantan pelatih Bayern Munchen ini juga dikritik karena jarang memantau performa pemainnya secara langsung di stadion.

Kasus komunikasi terburuk menimpa kiper Oliver Baumann. Ia baru mengetahui dirinya didegradasi menjadi kiper cadangan melalui siaran langsung mikrofon

Sky Sport

, setelah berbulan-bulan diyakinkan oleh tim pelatih bahwa ia akan menjadi kiper utama menyusul kembalinya Manuel Neuer.

Mantan bek veteran Jerman, Mats Hummels, juga sempat melayangkan kritik tajam yang menyebut bahwa Nagelsmann tidak berlaku jujur dan adil kepada para pemain senior menjelang turnamen besar.

4. Janji palsu, kritik pemain di depan media

Nagelsmann dinilai merusak prinsip hierarki tim yang ia bangun sendiri. Gelandang Leon Goretzka, yang sempat dicoret pada tahun 2024, dipanggil kembali musim semi ini dengan janji manis akan diberikan peran krusial di Piala Dunia 2026 berdasarkan wawancaranya dengan kicker.

Namun kenyataannya, Goretzka justru di bangku cadangan sepanjang turnamen.

Kondisi serupa dialami striker muda Nick Woltemade. Jarang mendapatkan menit bermain, ia tiba-tiba dimasukkan dalam situasi krusial adu penalti melawan Paraguay dalam kondisi mental yang rapuh, yang berujung pada kegagalan eksekusinya.

Lebih buruk lagi, Nagelsmann tak segan mengambinghitamkan pemainnya sendiri di depan publik. Usai laga kontra Paraguay, ia menyalahkan penyerang Deniz Undav secara terbuka ke media.

“Deniz harusnya mengoper bola secara horizontal di menit pertama. Dia tidak boleh men-chip bola dalam situasi seperti itu. Jika itu gol, kita sudah unggul 1-0,” ujar Nagelsmann.

5. Kamp latihan membosankan

Kondisi psikologis pemain makin diperparah dengan pemilihan lokasi kamp latihan di Hotel ‘The Graylyn Estate’ di Winston-Salem, Carolina Utara. Kamp yang dipilih demi efisiensi jarak ke bandara dan lapangan latihan itu ternyata sangat terisolasi dan membosankan.

Saking frustrasinya dengan atmosfer yang menjemukan, Joshua Kimmich bahkan sempat bertanya kepada wartawan di sela-sela konferensi pers mengenai rekomendasi aktivitas luang di hari libur.

Penyerang Nick Woltemade juga membeberkan dalam sebuah konten YouTube bahwa ia dan beberapa rekan setimnya terpaksa bermain petak umpet di area hotel karena kehabisan ide untuk mengusir kejenuhan.

6. Kisruh fisioterapis selundupan

Borok paling mengejutkan yang diungkap oleh Sky Sport adalah pecahnya keharmonisan antara pemain dengan staf medis pilihan Nagelsmann.

Pada awal tahun, DFB memecat Michael Deiss-fisioterapis kesayangan para pemain yang dikenal sangat dekat dengan mantan asisten pelatih Sandro Wagner (yang telah hengkang pada 2025). Kepergian Deiss digantikan oleh staf bawaan Nagelsmann yang dinilai tidak kompeten oleh skuad.

Gerah dengan penanganan medis yang buruk, Kimmich dan sejumlah pemain pilar mengambil tindakan nekat. Mereka secara sembunyi-sembunyi mendatangkan fisioterapis eksternal ternama, dokter Jurgen Siegele, dari Stuttgart menuju lokasi yang dekat dengan hotel tim.

Siegele menyewa ruangan khusus secara privat untuk merawat belasan pemain Jerman yang merasa kelelahan akibat metode pemulihan staf Nagelsmann yang tidak efektif.

Masalah kebugaran dan kelemahan fisik ini terlihat jelas saat Jerman kedodoran memenangkan duel udara maupun darat dalam laga grup melawan Pantai Gading, Ekuador, hingga akhirnya dipulangkan oleh Paraguay.

Dengan menumpuknya kekacauan taktis dan disharmoni internal ini, kebersamaan Julian Nagelsmann bersama timnas Jerman dilaporkan segera berakhir dalam hitungan hari.

DFB kini gencar dirumorkan tengah mengaktifkan klausul pendekatan untuk memboyong Jurgen Klopp sebagai suksesor utama demi menyelamatkan wajah sepak bola Jerman. Belakangan nama Pep Guardiola juga panas dibicarakan akan melatih timnas Jerman.

[Gambas:Video Mancing Kuy]

(tim/dal)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: FOTO: Robot-robot Canggih Ikut Meriahkan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Baca lagi: 30 Personel Manggala Agni Dikerahkan Atasi Kebakaran TPA Jatiwaringin

Baca lagi: Angelina Jolie Ngaku Tak Pernah Berkencan sejak Pisah dari Brad Pitt

Exit mobile version